Belajar Budaya Suku Dayak Kenyah di Desa Pampang

Desa Wisata Pampang menyimpan begitu banyak cerita dan budaya yang unik dari Suku Dayak Kenyah. Salah satu yang menarik adalah kebiasaan adat wanita Dayak Kenyah yang memanjangkan telinnganya.

Seorang kakek berusia sekitar 90 tahun duduk di depan pintu masuk sebuah Lamin (rumah adat Dayak). Pui Pajang namanya. Berpakaian lengkap adat Dayak Kenyah. Cuping telinganya panjang, digantungi sepasang anting berwarna kekuningan. Sementara dibagian telinga atas menyembul tiruan gigi taring macan dahan. Kepala dan dadanya dihiasi kepala burung Enggang (burung endemik Kalimantan) yang dikeringkan. Meskipun usianya telah lanjut dan kedua matanya sudah tidak dapat melihat,  masih tersisa kegagahannya di usia muda saat menggunakan kostum itu. Pui Pajang seakan jadi penyambut setiap tamu yang mengunjungi Lamin itu.

Selain Pui Pajang, penampilan seorang nenek (sekitar 60 tahun akhir) juga menjadi daya tarik tersendiri di desa itu. Uweq Periyaq namanya. Dia punya telinga panjang hingga mencapai bahu yang digantungi anting–anting bulat berwarna keemasan sekitar 20 pasang.  Selain menjual souvenir, Uweq  Periyaq memasang tarif Rp. 50.000,- per-klik kepada wisatawan yang mau berfoto bersama dengannya.

Ada lagi 2 orang wanita bernama Tinen Helen dan Tinen Luwing (sekitar 45 tahun) dan remaja belia bernama Eva (15 tahun) yang memanjangkan telinganya. Tentu saja ketiga orang itu telinganya tidak sepanjang Uweq Periyaq yang sudah 60 tahun memanjangkannya.

Setiap Minggu, dari jam 2 hingga 4 sore, kesenian Dayak Kenyah dipertontonkan. Tari-tarian anak-anak, remaja putra, remaja putri, hingga ibu-ibu. Selain Tarian Perang Dayak, ada juga permainan bambu yang melibatkan penonton. Beberapa pasang remaja putri memegang bambu saling berhadapan membuat gerakan membuka dan menutup bambu. Saat itulah penari lain meloncat-loncat di antara gerakan bambu, mencari celah bambu saat terbuka. Dan penonton bisa ikut menari dan meloncat.

Untuk menonton pertunjukkan kesenian, dipungut retribusi Rp. 15.000/ orang. Jika penonton membawa kamera DSLR dikenakan biaya  tambahan Rp. 50.000. Sobat Pesona bisa juga menyewa pakaian adat untuk berfoto. Apabila ingin berfoto bersama dengan para penari, membayar secara suka rela kepada para penarinya. Selain pertunjukkan rutin, setiap Minggu siang juga digelar penampilan kesenian sesuai kebutuhan tentunya dengan tarif khusus.

Di depan rumah Lamin, berjejer lapak yang menjual berbagai jenis souvenir khas Dayak seperti gelang, kalung, topi khas Dayak hingga pakaian adat. Di sudut lain dari arah selatan Lamin Adat  bisa ditemui makam khas suku Dayak Kenyah.

Bagaimana Sobat Pesona bisa mencapai Desa Wisata Pampang? Sobat Pesona bisa melalui jalur darat sekitar 54 menit dari Mesjid Islamic Centre, Samarinda, yang bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi, umum, atau taksi. Desa Wisata Pampang terletak di Kecamatan Samarinda Utara arah Samarinda, Bontang, 5 km dari jalan raya, sebelum Bandara APT Pranoto Samarinda.

Reporter: Ati Bachtiar