Wisata Rasa, Kuliner Tertua Jakarta (Bagian 2)

Catatan kuliner tertua atau legendaris Jakarta bagian dua akan mengajak Sobat Pesona datang ke beberapa usaha kuliner yang masih konsisten menjaga rasa. Gerai mereka masih sangat ramai dikunjungi oleh pelanggan setia dan baru.

Catatan kuliner tertua atau legendaris Jakarta bagian dua akan mengajak Sobat Pesona datang ke beberapa usaha kuliner yang masih konsisten menjaga rasa. Gerai mereka masih sangat ramai dikunjungi oleh pelanggan setia dan baru. Salah satu contoh adalah Ayam Berkah dan Bubur Mangga Dua. Kedua tempat ini masih sangat ramai hingga sulit untuk mendapatkan meja pada jam-jam sibuk.

1. Ayam Berkah
Ayam Berkah S. Rachmat adalah hidangan ayam goreng Jawa yang mulai berjualan sejak 1963 di emperan kaki lima blok M (depan Aldiron) yang kini menjadi terminal. Kisah sukses ayam berkah terus berlanjut hingga pada tahun 1980 pindah ke SMP 56, tahun 1992 pindah ke emperan kaki lima Melawai (samping GKI).

Setelah berpindah dari satu tempat ke tempat lain, pada 2010, Ayam Berkah menjejakkan diri pada tempat yang lebih besar dan permanen di kawasan Kebayoran Baru. Sobat Pesona bisa menemukan gerai ayam berkah dalam bentuk restoran besar di Jalan Melawai dekat Rumah Sakit Bersalin Asih. Menu favorit dan andalan jelas ayam goreng khas dan es kopyor.

2. Bubur Mangga Besar
Restoran bubur legendaris ini sudah tidak perlu diragukan lagi kelezatannya. Sejak 14 tahun yang lalu, Restoran Bubur Kamseng sudah menjadi destinasi favorit di daerah Mangga Besar dan sekitarnya. Dulunya, Bubur Kamseng buka 24 jam. Baru-baru ini ada perubahan waktu, yaitu tutup pada pukul 02.00-06.00 di hari kerja, tetap buka 24 jam di akhir pekan.

Banyak pilihan isian yang bisa Sobat Pesina, ada yang halal hingga non-halal. Pilihan isian akan datang satu piring ayam dantambahan seperti telor pitan, jantung, ampela dan cakwe dengan Rp45.000 seporsinya.

3. Nasi Uduk Kebon Kacang
Nasi uduk adalah makanan khas Betawi. Nasi uduk tidak terlihat putih dan butiran nasinya tidak lengket satu sama lain. Hal itu dikarenakan proses memasak beras yang terlebih dahulu diaron dengan menggunakan air santan, daun salam, daun jeruk, laos, dan serai, untuk kemudian dikukus hingga matang. Hasilnya, rasanya pun menjadi gurih dan beraroma harum.

Nasi Uduk khas Kebon Kacang dibungkus daun pisang berbentuk kerucut dan bagian atasnya ditaburi bawang goreng, ditambah lauk berupa ayam goreng, tahu, tempe goreng, sambal kemiri kental berwarna kemerahan yang rasanya pedas, serta daun kemangi. Kadang-kadang dilengkapi juga dengan sambal bercampur kecap manis.

Konon, awalnya Nasi Uduk dijual secara tradisional di kawasan Kebon Kacang, Jakarta. Pelopor nasi uduk tertua di Jakarta adalah nasi uduk Zainal Fanani sejak tahun 1967. Warung buka pada pukul 10.00-00.00 WIB.

4. Soto Padang H. Mangkuto
Salah satu kuliner legendaris yang wajib dicoba ketika berkunjung ke Pasar Baru adalah Soto Padang H. Mangkuto. Usaha soto ini merupakan usaha keluarga H. Mangkuto sejak tahun 1942 di Padang, Sumatra Barat. Kemudian hijrah ke Jakarta pada tahun 1965.

Soto Padang merupakan hidangan Padang yang berbeda dari makanan Padang pada umumnya yang kental, bersantan dan pedas. Kuah soto bening, ditambah potongan daging atau jeroan yang digoreng, membuat rasa gurih dan segar ketika menyantapnya. Kini Soto Padang H Mangkuto sudah memiliki 2 cabang lain di daerah Kebayoran Baru dan Kelapa Gading.