Menikmati Sisi Estetis Sawah Tegalalang Ubud

Sawah Tegalalang yang berada kawasan Ubud, Kabupaten Gianyar, ini merupakan sawah bertingkat atau terasering dengan petak-petak berundak yang tersusun rapi. Mengandalkan sistem irigasi yang familiar dengan istilah subak oleh masyarakat lokal, sawah ini tumbuh subur dari masa tanam hingga masa panennya.

Bali memang belum berhenti untuk terus bereksplorasi dan menggali potensi-potensi pulaunya, khususnya di bidang pariwisata. Selalu ada hal baru yang bisa dijadikan lahan untuk memikat para wisatawan untuk berkunjung atau kembali lagi dan lagi ke pulau yang memiliki julukan Pulau Dewata ini. Sisi kebudayaan, kearifan lokal atau aktivitas sehari-hari masyarakat pun tak luput dari perhatian. Siapa yang menyangka bahwa keberadaan sawah yang biasanya hanya menjadi sumber untuk pangan masyarakat, kini menjadi multifungsi sebagai destinasi wisata.

Sawah Tegalalang yang berada kawasan Ubud, Kabupaten Gianyar, ini merupakan sawah bertingkat atau terasering dengan petak-petak berundak yang tersusun rapi. Mengandalkan sistem irigasi yang familiar dengan istilah subak oleh masyarakat lokal, sawah ini tumbuh subur dari masa tanam hingga masa panennya. Beberapa area persawahan juga dinaungi oleh berbagai jenis pepohonan, salah satunya pohon kelapa yang menambah kesan estetis area di sekelilingnya.

Sepanjang jalan menuju Sawah Tegalalang, dapat ditemukan kafe atau restoran yang menawarkan sensasi bersantai dan bersantap sembari melihat pemandangan sawah dari dataran yang memiliki ketinggian sekitar 600 meter diatas permukaan laut ini. Bila berniat untuk berjalan-jalan ke pematang sawahnya, Sobat Pesona bisa turun melalui kafe atau restoran tersebut menuju lereng-lerengnya. Luangkan waktu spesial untuk benar-benar menjangkau sudut-sudut sawah, mulai bagian depan hingga ke area-area yang belakang yang biasanya tidak begitu padat dengan wisatawan.

Hal menarik yang paling saya senangi ketika berkunjung ke Sawah Tegalalang adalah pada momen berburu matahari terbit. Saya senang sekali menyusuri lereng-lereng tanpa alas kaki. Saya seringkali mendapati batang-batang padi yang masih berbalut embun-embun sebening kristal. Udara pun masih sejuk tanpa terkontaminasi polusi, sangat layak untuk dihirup hidung dalam-dalam dan kesegarannya disimpan paru-paru.

Ketika matahari mulai meninggi, maka suasana yang tadinya dingin pun akan berubah hangat. Ada sinar yang masih mengintip disela-sela pohon dan dedaunan. Ada pula sinar lembut yang sudah menyebar dan terhampar pada pematang sawah. Carilah komposisi cahaya, panorama serta objek yang tepat agar kita bisa mengabadikan potret sempurna di kawasan Sawah Tegalalang ini.