Wisata Rasa Kuliner Tertua Jakarta (Bagian 1)

Setiap warga Jakarta pasti memiliki tempat makan favoritnya masing-masing. Sebagian besar bisa dipastikan streetfood atau jajanan kaki lima yang sudah bertahun-tahun berjualan. Sebut saja Nasi Goreng Kebon Sirih, belum ke Jakarta jika belum mencoba jajanan ini. Selamat berkuliner!

Setiap warga Jakarta pasti memiliki tempat makan favoritnya masing-masing. Sebagian besar bisa dipastikan streetfood atau jajanan kaki lima yang sudah bertahun-tahun berjualan. Sebut saja Nasi Goreng Kebon Sirih, belum ke Jakarta jika belum mencoba jajanan ini. Selamat berkuliner!

1. Dongkal
Sengaja saya letakkan paling atas, sebab jajanan jalanan yang kini kian langka dijumpai.Walaupun dipresentasikan dengan cara yang serupa Dongkal ini sebenarnya adalah kue putu raksasa. Rasanya sangat serupa dengan kue yang dimatangkan dengan dikukus.

Bahan dasar untuk membuat Dongkal atau Dodongkal adalah tepung beras dan gula aren. Beda antara kue putu dan dongkal yang mencolok adalah pada ukuran. Dongkal dikukus dengan menggunakan kukusan berbentuk kerucut dari anyaman bambu. Dongkal biasanya disajikan diatas daun pisang dan ditaburi parutan kelapa diatasnya. Gerai Dongkal sudah mulai langka tetapi kalian bisa menemukan salah satu gerainya di Jakarta Timur, di Jalan Cipinang Jaya Raya (depan restoran Sari Idaman).

2. Nasi Goreng Kebon Sirih
Mulai berjualan sejak 1958, Nasi Goreng Kebon Sirih adalah salah satu kuliner malam legendaris Jakarta. Lidah kalian akan dimanjakan rasa gurih rempah-rempah dengan tambahan minyak samin. Sang inisiator di balik kuliner ini adalah Almarhum Haji Nein.

Rasanya menyerupai nasi kebuli. Potongan daging kambing dipotong dadu melengkapi santapan nasi goreng lengkap dengan empingnya. Nasi Goreng Kebon Sirih sudah sejak dulu berada di emperan jalan. Hingga kini pun mereka tetap berjualan di lokasi yang sama. Belum ke Jakarta jika belum mencoba Nasi Goreng pak Haji Nein ini.

3. Mi Ayam PIK
Jika Sobat Pesona mencari daftar bakmie yang sering dicari Jakarta,  akan keluar banyak gerai yang letaknya di Jakarta Utara, yaitu Mi Ayam PIK. Menu yang harus dicoba adalah bakmi ayam pangsit dan bakmi kangkung dengan tambahan bakso goreng. Mienya mungkin terlihat biasa, tapi rasanya sungguh memberi kesan yang dalam.

4. Ragusa Es Krim Italia
Panas dan teriknya Jakarta, membuat saya ingin mengajak kalian ke salah satu kedai es krim legendaris dan favorit saya di Jalan Veteran I No. 10 Gambir, Jakarta Pusat. Kedai es Ragusa menyajikan berbagai varian citarasa es krim rumahan, mulai dari rasa vanila, coklat, strawberry, durian, coklat kacang. Saya selalu konsisten memesan banana split atau spaghetti ice cream yang menjadi favorit banyak pelanggannya. Mengapa Ragusa begitu disukai? Sebab cara pembuatan es krimnya menggunakan bahan-bahan utama tradisional yang tidak menggunakan butter milk melainkan menggunakan susu sapi asli segar, sehingga rasanya menjadi enak dan lembut.

Jika kalian mengunjungi saat hari libur, bersiap-siaplah untuk antre panjang. Belum lagi menanti bangku dan meja yang kosong. Saat terbaik untuk menikmati Ragusa adalah saat menjelang sore apalagi jika siang hari jakarta masih terasa panas-panasnya.  Segar!