Sambal Bu Rudy Surabaya, Pedasnya Mengundang Selera

Nusantara kaya dengan sambal. Bagi sebagian orang, sambal adalah seni menikmati hidangan. Tak ada sambal, maka akan terasa kurang.

Kedai yang terletak di kawasan Dharmahusada, Surabaya itu selalu ramai pengunjung. Mereka ada yang menikmati hidangan di lokasi maupun membeli sambal saja untuk dibawa pulang. Menu yang tersedia pun beragam, tak hanya sambal. Mulai dari beragam menu nasi mulai dari nasi udang, nasi campur, nasi pecel, nasi rawon hingga kudapan ringan. Semuanya menggunakan sambal, utamanya sambal bawang serta beragam variannya.

Bu Rudy nama aslinya Lanny Siswadi, perempuan asal Madiun. Ia menikah dengan Rudy Siswadi kemudian hijrah ke Surabaya. Di sini, tahun 1978-an suaminya sangat hobi memancing sehingga Lanny memasak hasil memancing suaminya. Ikan tersebut dihidangkan dengan sambal bawang. Beberapa teman mencicipi, kemudian menyarankan untuk membuka warung mobil. Kekhasan sambal bawang ini pada rasa pedas, asin, dan aroma bawang yang sedap. Sambal Bu Rudy dengan nasi hangat, tanpa lauk pun sudah mampu menerbitkan air liur.

Warung mobil ini menyediakan nasi dengan lauk ikan dan sambal bawang. Rupanya peminatnya banyak. Lama kelamaan, warung mobil ini menjadi warung menetap. Tak hanya itu, para pelanggan kerap memesan sambalnya saja untuk dibawa pulang. Lama-lama Lanny beride untuk membotolkan sambal tersebut. Jadi orang yang berminat dengan sambalnya tak sungkan-sungkan untuk membawa pulang.

Berawal dari sambal bawang, munculan beragam varian mulai sambal udang, dan sambal tuna. Sambal udang ini pun berawal dari memasak untuk sendiri. Jika suaminya memancing kerap menggunakan umpan udang kecil. Jika tak habis digunakan untuk memancing, Lanny memasaknya dan dijadikan sambal. Sama seperti sambal bawang, penggemarnya pun banyak.

Kini, tak hanya sambal dan makanan besar, pusat oleh-oleh Bu Rudy juga menjual aneka camilan yang bisa dijadikan oleh-oleh. Untuk sambal, harganya Rp 24.000,-/ botol untuk semua rasa. Bila tak sempat ke Surabaya dan ingin mencicipi sambal, Bu Rudy juga melayani penjualan daring.


Foto: Titik Kartitiani