Lezatnya Kuliner Khas Padang di Sate Manang Kabau

Jika Sobat Pesona mendengar nama kota Padang pasti akan ingat dengan kuliner andalan dari ranah Minang ini, yaitu Sate Padang.

Potongan daging sapi dan ayam yang ditusuk dengan batang lidi, dibakar dan dinikmati bersama kuah saus kuning kental. Cita rasa rempah-rempah dan pedasnya cabai yang mendominasi saus dan gurihnya daging sate Padang ini memang sulit untuk ditolak. Salah satu tempat untuk menikmati Sate Padang langsung dari tempat asalnya adalah di restoran Sate Manang Kabau.

Sate Manang Kabau berada di Jl. Khatib Sulaiman No.15, Kecamatan Padang Utara, Padang. Selain plang tulisannya yang cukup besar sehingga dapat mudah ditemukan dari kejauhan, atapnya yang berbentuk khas Rumah Gadang menjadi ciri yang bisa Sobat Pesona perhatikan ketika mencari restoran ini.

Satu hal yang menjadi keunikkan di Sate Manang Kabau ini adalah Sobat Pesona akan disambut dengan ucapan “Salamaik Dataaang!”. Artinya  ‘Selamat datang’, diucapkan secara serentak dari seluruh pramusaji restoran. Sambutan ini akan membuat Sobat Pesona langsung merasakan hangatnya keramahan dari orang-orang Padang.

Restoran Sate Manang Kabau didesain terbuka tanpa dinding di bagian depan dan sebelah kiri sehingga tanpa pendingin udara pun akan tetap terasa sejuk. Bagian yang tanpa dinding langsung mengarah ke halaman yang juga disediakan bangku dan meja, sebagai pilihan jika Sobat Pesona ingin makan dengan suasana taman.

Menu andalan di Sate Manang Kabau tentunya adalah Sate Padang. Tersedia varian daging sapi, ayam, dan telur puyuh. Pilihan kuahnya pun ada tiga, yaitu kuah coklat, kuah merah, dan kuah kuning. Sedangkan untuk minumannya yang khas adalah teh talua tapai, yaitu minuman khas Minang, teh talua atau teh telur dengan campuran tape. Selain aneka sate, disini juga ada soto padang yang terkenal dengan kuahnya yang pedas dan aneka nasi goreng.

Daging sate yang disajikan di Sate Manang Kabau berukuran sedang, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Tekstur daging ayam maupun daging sapinya juga terasa lembut dan gurih. Untuk kuah lontongnya, lebih enak kuah coklat dibanding kuah merah, karena bumbunya lebih terasa pada kuah coklat yang kental. Apalagi makannya dengan kerupuk kulit khas di sini yang disebut kerupuk jangek, ditambah dengan bawang goreng. Hmmm, sungguh nikmat.

Harganya tidak terlalu mahal, namun juga tidak semurah sate yang dijual dengan gerobak di pinggir jalan. Tentu hal tersebut bisa dimaklumi mengingat tempat ini berkonsep restoran. Jumlah yang harus dibayar untuk 13 tusuk sate, 2 porsi lontong, 1 bungkus kerupuk jangek, 2 botol air mineral, dan 1 gelas teh talua tapai, harganya masih di bawah Rp 100.000.

Jadi, kalau ke Padang dan ingin menikmati sate Padang yang otentik, jangan sampai lewatkan Sate Manang Kabau. Daging empuk, keramahan dan pelayanan pramusaji yang cepat, serta interior yang instagramable, sungguh paket kuliner liburan yang lengkap.


Foto: Enny Luthfiani