Wisata Belanja di Pasar Badung Denpasar

Melihat-lihat aneka kebaya sudah cukup menyenangkan bagi para pecinta kebaya. Apalagi, aneka ragam kebaya ini bisa dibeli dengan harga terjangkau.

Mari melihat-lihat ke pasar tradisional, Pasar Badung di Denpasar, Bali. Gambaran tentang pasar tradisional yang kumuh dan kotor tak terlihat di sini. Yang kita temui adalah bangunan megah dengan arsitektural Bali. Bangunan yang terdiri dari 6 lantai, 2 lantai di basemen dan 4 lantai di atas tanah ini diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada bulan Maret 2019. Berjalan-jalan di pasar ini, rasanya seperti berjalan di pusat perbelanjaan modern dengan kenyamanannya.

Eskalator membawa saya dari satu lantai ke lantai lain. Di lantai 2, saya berkeliling agak lama. Di sini terdapat pernak-pernik khas Bali yang menjadikan lapar mata. Mulai dari suvenir, anyaman, hingga beragam ukiran. Berbagai perabotan dan peralatan upacara juga tersedia di sini. Maunya membeli semuanya. Hanya kerap kali berpikir, bagaimana cara meletakkannya di rumah. Akhirnya, beberapa kotak anyaman yang bisa difungsikan untuk wadah saya beli.

Kemudian beranjak ke lantai 3. Di sinilah beragam kebaya dipajang. Di Bali, kebaya sudah menjadi busana sehari-hari, tak hanya pada saat upacara. Maka kebaya diproduksi masal sehingga harga terjangkau. Dari mulai Rp 60.000,-/potong hingga ratusan ribu tergantung bahan. Ada kebaya lengan pendek, lengan pendek susun, dan lengan panjang. Pun kerahnya ada yang model kuthubaru, kartini, dan juga model terbaru lainnya. Warna-warna yang disediakan pun menarik. Selain warna-warna menyolok, warna putih paling laris di sini. Biasanya untuk keperluan upacara. Sedangkan warna hitam termasuk yang jarang tersedia karena masyarakat Bali jarang menggunakan.

Yang tak kalah menarik, kita juga bisa melihat aneka ragam kain yang digelar di sini. Kain tradisional mulai dari kain batik dan kain tenun termasuk tenun yang dijajakan sebagai tenun endek khas Bali juga dipajang. Harganya pun terjangkau tergantung kualitasnya.

Bila sudah cukup berjalan-jalan, cobalah singgah di belakang pasar. Di sini, sungai dijadikan taman yang menarik. Bila masih pagi, matahari tak terlalu terik, kita bisa duduk-duduk di sini.


Foto: Titik Kartitiani