Wisata To’Tombi, Menikmati Tana Toraja dari Ketinggian

Toraja memang menyajikan keindahan alam yang luar biasa. Selain adat istiadat yang kuat, daya tarik alam ini jelas tidak boleh dilewatkan ketika berkunjung ke sini, seperti yang saya lakukan, yaitu menikmati keindahan Negeri di Atas Awan di To’Tombi.

Tuhan memang menganugerahi Toraja dengan alam yang luar biasa. Hutan yang lebat dan tanah yang berbukit membuat wilayah ini menjanjikan pemandangan yang sangat layak untuk disimpan dalam memori kamera. Selain wisata adat seperti di Ke’te’Kesu’ yang merupakan bagian dari Desa Wisata Panta’nakan Lolo Kesu’,  Rantepao di Toraja Utara juga menjanjikan lanskap alam yang indah dan dinikmati dari ketinggian seperti di daerah Lolai.

Dengan berkendara sekitar 30 menit, kita akan dibawa menanjak jalan berkelok-kelok tanpa henti. Dengan kondisi bukit yang cukup curam, satu-satunya cara aman memang membuat jalan berkelok-kelok agar bisa aman sampai ke puncak bukit. Lolai sendiri terletak di ketinggian 1.300 mdpl di daerah yang dikenal dengan nama Kepala Pitu, Rantepao, Toraja Utara. Dengan ketinggian seperti ini, Lolai menjanjikan pemandangan yang epic. Apalagi lanskap Toraja juga sangat indah untuk dinikmati.

Saking tingginya, dari ketinggian Lolai kita akan berada di atas awan sehingga julukan “Negeri di Atas Awan”. Di Lolai, ada tiga obyek wisata yang bisa dikunjungi sekaligus karena jaraknya yang berdekatan, yaitu To’Tombi, Tongkonan Lempe, dan Pongtorra. Tiga lokasi ini kita bisa melihat panorama alam dan kota dari atas ketinggian yang dilapisi hamparan awan putih. Apalagi jika langit sedang cerah, pemandangan matahari terbit dan tenggelam mengeluarkan warna jingga pada langit.

Objek pertama yang saya kunjungi di Lolai adalah To’Tombi. Berhubung waktu yang sempit, dari 3 lokasi di Lolai cuma To’Tombi yang bisa saya datangi. Itu pun terjadi bukan di waktu terbaiknya.

Berangkat setelah makan siang, kami berangkat dari Rantepao, menggunakan SUV. Menurut supir yang membawa kami, jarak ke To’Tombi dekat. Tetapi karena berada di ketinggian, supir yang membawa kami cuma mengatakan, siap-siap untuk berkendara melewati jalan berliku.

Setelah 30 menit, kami tiba di To’Tombi. Tiga Tongkonan besar menyambut kami di pintu masuk dan lahan parkir untuk mobil. Melihat rumah adat itu saja, saya sudah dibuat kagum karena keindahannya.

Makin berdecak kagum ketika berjalan kaki menuju lokasi melihat kota Rantepao dari atas To’Tombi. Sebuah pemandangan dari ketinggian yang sangat menggoda untuk diabadikan lewat kamera. Sayang, kami tiba sekitar jam 3 sore dan kondisi langit sedang mendung sehingga warna langit senja tidak terekam kamera. Jika cerah, menanti matahari tenggelam pasti akan sangat menyenangkan di sini.

Apalagi jika datang di pagi hari sebelum matahari terbit di hari yang cerah. Maka hamparan awan putih akan menyelimuti di ketinggian To’Tombi dan kita akan seperti berada di Negeri di Atas Awan.