Huta Ginjang, Dataran Tinggi dengan Pemandangan Danau Toba Hingga Aktivitas Menantang

Objek wisata favorit yang tak jauh dari Danau Toba ini merupakan salah satu tempat paling cocok untuk menghabiskan liburan, mulai bagi para wisatawan lokal khususnya warga Sumatra Utara hingga mancanegara.

Panorama keindahan Danau Toba tak hanya dapat dinikmati dengan cara berlayar menggunakan perahu saja. Dengan sedikit usaha, banyak bukit-bukit dan dataran tinggi di sekitar danau ini yang dapat Sobat Pesona jelajahi. Salah satu tempat terbaiknya adalah Huta Ginjang.

Huta Ginjang berlokasi di Desa Dolok Martumbur, Kecamatan Muara, Tapanuli Utara. Puncak dari bukit Huta Ginjang menghadap langsung Danau Toba sehingga panorama danau terbesar se-Asia Tenggara dapat puas kita nikmati. Selain menyajikan pemandangan eksotis, Huta Ginjang menyediakan beberapa aktivitas lain yang menjadi daya tarik tambahan dari tempat ini.


Paralayang
Ini dia daya tarik utama Huta Ginjang. Selain menyajikan pemandangan Danau Toba, para pecinta olahraga pemicu adrenalin akan sangat senang berwisata ke Huta Ginting karena Sobat Pesona dapat mencoba melakukan Paralayang. Tenang, kita tentunya akan didampingi instruktur profesional saat melakukan olahraga ektrem ini. Pengalaman menikmati pemandangan Danau Toba dan sekitarnya jadi semakin lengkap saat kita melayang di udara.


Hutan Pinus
Untuk mencapai puncak dari Huta Ginjang, Sobat Pesona harus melewati perjalanan yang cukup menantang. Namun tak perlu takut, Perjalanan menuju puncak tak akan terasa melelahkan karena seiring perjalanan kita akan disuguhkan keindahan hutan pinus yang lebat sekaligus fotogenic.


Wisata Religi
Bagaimana tidak lengkap, di Huta Ginting juga terdapat patung yang menjadi tempat beribadah. Saat Natal tiba, para umat berbondong-bondong menuju tempat ibadah yang bernama Bukit Doa Taber atau Tapanuli Bersinar.

Tempat ini juga merupakan lokasi dimana terdapat patung yang menjadi ikon Huta Ginjang. Patung ini membentuk dua telapak tangan yang saling mengatup dan dibangun pada tahun 1996.