Berburu Sunrise di Danau Kelimutu

Jalur treking yang santai membuat banyak wisatawan tertarik berkunjung ke tempat ini. Ditambah panorama sunrise di Kelimutu yang sangat indah, menghapus rasa lelah yang kita saat berjalan kaki menuju puncaknya.

Treking atau mendaki merupakan satu-satunya cara menikmati keindahan danau Kelimutu yang terletak di Ende, Nusa Tenggara Timur. Apalagi, keindahan tersebut sangat lengkap dinikmati pada saat sunrise di pagi hari.

Hal ini pula lah yang salah satunya menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke danau tiga warna ini. Danau Kelimutu terletak di Desa Koanara, Kecamatan Wolowaru, sekitar 66 kilometer dari kota Ende dan 83 kilometer dari Maumere.

Moni merupakan kota yang paling dekat, terletak di kaki Gunung Kelimutu. Kota kecil ini merupakan pintu gerbang menuju Danau Kelimutu. Jarak antara Moni dan Kelimutu sekitar 15 kilometer ditempuh dengan jalur treking yang bisa memakan waktu sekitar 30 menit.

Jika hendak treking, biasanya bisa kita mulai dari pukul 01.00-03.00 dini hari. Sekitar danau Kelimutu mulai diselimuti kabut yang menambah kesejukan saat hendak treking. Ya, para wisatawan yang hendak berburu sunrise di Kelimutu disarankan untuk berkunjung pada dini hari sekitar pukul 03.30 waktu setempat, agar dapat menyaksikan pemandangan matahari terbit yang menawan.

Waktu terbaik untuk menikmati pemandangan sunrise di Kelimutu ini biasanya pada bulan Juli-Agustus. Pada bulan-bulan ini suhu di sekitar danau masih terbilang tidak terlalu dingin, sehingga kita tetap nyaman melalui jalur treking yang cukup gelap. Meskipun di sekitar jalur pendakian disediakan lilin sebagai lampu penerangan, namun tak ada salahnya jika kita membawa senter, untuk menambah pencahayaan saat naik ke jalur treking


Jalurnya Nyaman di Lewati
Meskipun jalurnya masih terdapat bebatuan gunung, namun treking menuju puncak Kelimutu bisa dikatakan sangat nyaman. Jalurnya tergolong bagus, nyaman dilewati dengan tanjakan yang bervariasi. Secara umum jalur penanjakan ini bisa seperti jalur menanjak yang cukup santai dan mudah dilewati.

Saat menanjak, kita pun tak perlu persiapan khusus, tapi tetap disarankan menggunakan jaket tebal, mengingat suhu pagi hari di sekitar danau cukup dingin. Jika lapar dan haus melanda, di puncak danau juga tersedia warung kecil yang menjajakan minuman, seperti teh jahe dan pisang goreng, yang sekaligus dapat menghangatkan tubuh, sambil menikmati pemandangan sunrise yang menawan di sekitar danau.