Sejarah Benteng Rotterdam Makassar yang Masih Kokoh

Di dalam benteng terdapat museum bernama La Galigo, yang menyimpan koleksi benda-benda bersejarah dari mulai zaman pra sejarah, seperti fosil, bebatuan, senjata-senjata kuno masyarakat Sulawesi Selatan, hingga perkembangan budaya di masa modern.

Dari negara-negara yang pernah menjajah Indonesia, terdapat satu negara yang sangat lama menjajah Indonesia, yaitu Belanda. Belanda pernah menjajah Indonesia selama 350 tahun. Tentunya dari waktu yang sangat panjang tersebut, Belanda meninggalkan banyak bangunan. Beberapa di antaranya masih kokoh dan terawat hingga saat ini. Salah satu bangunan tersebut adalah Benteng Rotterdam.

Benteng Rotterdam terletak di Jl. Ujung Pandang No 1, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Benteng ini memiliki lokasi yang sangat strategis posisinya, karena berjarak cukup dekat dengan pelabuhan dan bandara. Bahkan, jika diukur dari pantai Losari, jaraknya hanya satu kilometer saja.


Sejarah Benteng Rotterdam
Benteng ini dibangun pada 1545 oleh Raja Gowa ke-9, dengan bahan dasar tanah liat. Kemudian pada masa pemerintahan Raja Gowa ke-14, kontruksi bangunan ini diganti menjadi batu padas. Benteng ini pernah hancur ketika Belanda menyerang kerajaan Gowa, antara 1655 hingga 1669. Gubernur Jenderal belanda saat itu, Cornelis Speelman kemudian membangun kembali benteng yang telah hancur sebagian dengan model arsitektur Belanda.

Benteng ini pun pernah mengalami perubahan nama. Sebelum bernama Benteng Rotterdam, benteng ini memiliki nama Benteng Ujung Pandang, atau ada juga yang menyebutnya; Benteng Panyyau.

Saat pertama memasuki benteng, kita akan disuguhkan taman hijau yang berada di tengah-tengah benteng. Taman itu dikelilingi oleh bangunan tua dua lantai. Di dalam benteng terdapat museum bernama La Galigo, yang menyimpan koleksi benda-benda bersejarah dari mulai zaman pra sejarah, seperti fosil, bebatuan, senjata-senjata kuno masyarakat Sulawesi Selatan, hingga perkembangan budaya di masa modern.

Benda-benda bersejarah tersebut disimpan dalam lemari kaca dan etalase yang tertata rapi. Museum La Galigo juga menampilkan sejarah hidup masyarakat Sulawesi Selatan, bahkan mata pencaharian mayoritas masyarakat setempat. Hal tersebut ditunjukan dengan adanya miniatur Kapal Pinisi yang melambangkan bahwa masyarakat Sulawesi Selatan sejak dulu memang seorang pelaut ulung. Di bagian tengah-tengah benteng, tepatnya di sekitar taman terdapat sebuah bangunan yang di depannya biasa dibangun sebagai panggung untuk pagelaran seni.

Harga tiket untuk masuk ke Benteng Rotterdam hanya Rp5.000. Harga tersebut berlaku setiap hari, namun perlu diketahui, bahwa harga tersebut dapat berubah sewaktu-waktu. Setiap tempat wisata pun memiliki jam operasional yang berbeda. Wisata Benteng Rotterdam sendiri mulai dibuka pukul 08.00 dan ditutup pukul 18.00 waktu setempat.

Bagi Sobat Pesona yang menyukai wisata edukasi, Benteng Rotterdam merupakan salah satu objek wisata yang harus dikunjungi saat ke Makassar.


Foto: Jaka Thariq