Tradisi Lempar Batu di Danau Tolire Ternate

Konon sejauh apapun kita melempar batu, kita tidak dapat melihat di mana letak pendaratannya.

Danau Tolire berada di bawah kaki gunung api tertinggi di Maluku Utara, yaitu Gunung Gamalama. Terdiri dari dua danau, Danau Tolire terbagi menjadi Danau Tolire Besar dan Danau Tolire Kecil, yang hanya berjarak sekitar 200 meter.

Terbentuknya danau ini tak lepas dari legenda masyarakat setempat, ada yang menyebutkan kalau Danau Tolire muncul karena cinta terlarang antara seorang ayah dengan anaknya. Sang ayah merupakan pemimpin di sebuah desa yang berada di kaki Gunung Gamalama, yang dikenal dengan nama Desa Soela Takomi.

Desa ini kemudian dikutuk dan menenggelamkan seluruh warganya, dan berubah menjadi sosok buaya putih penunggu danau. Kabarnya, sosok buaya putih ini sering muncul di depan para wisatawan yang berkunjung.

Selain legenda cinta terlarang antara ayah dan anak, danau ini juga memiliki tradisi unik, yakni Tradisi Lempar Batu. Menurut kepercayaan setempat, jika kita melemparnya, batu tersebut tidak akan pernah sampai ke permukaan air, bahkan kita tidak akan melihat percikannya.

Jadi sejauh apapun kita melempar batu tersebut, kita pun dipastikan tidak dapat melihat di mana letak batu tersebut jatuh. Nah uniknya, orang lain yang menemani kita saat melempar batu justru bisa melihat di mana batu terjatuh, tidak jauh dari pinggiran danau atau jatuh di tempat kita melempar.

Meski begitu secara alamiah belum bisa dijelaskan bagaimana hal ini terjadi. Besar kemungkinan, hal ini disebabkan dalamnya letak danau dari posisi lemparan seseorang, jadi membuat lemparan kelihatan jauh namun sebenarnya jatuh pada titik terdekat dari pinggiran danau.

Jika berkunjung ke tempat ini, kita tak perlu takut kelaparan. Sebab di sekitar Danau kebanggaan masyarakat Ternate ini tersedia aneka makanan yang dijual oleh para pedagang.

Salah satu yang menarik, setiap pengujung yang datang bisa menikmati kesegaran air kelapa muda untuk sejenak melepas dahaga, sambil menikmati indahnya lautan dari atas ketinggian danau. Udara yang sejuk juga menambah kenikmatan tersebut, terlebih setelah lelah berjalan menuju puncak bukit di sekitar danau untuk melempar batu.