Pertunjukan Alam di Teluk Gorontalo

Pagi atau sore hari, adalah waktu terbaik saat anda ingin menikmati hamparan jingga warna surya nan eksotis antara laut dan langit di teluk Gorontalo.

Suasana romantis lekat terasa, terutama saat asap-asap tipis bercampur aroma jagung bakar mulai tercium. Maklum, jagung memang menjadi maskot Gorontalo. Jangan heran, di sini anda akan melihat banyak pedagang jagung bakar berjejer, memperlengkapi harmonisasi keindahan teluk Gorontalo.

Untuk bisa menikmatinya, dari pusat kota Gorontalo, anda harus berkunjung dahulu ke Kelurahan Pone, Kecamatan Kota Selatan, anda hanya memerlukan waktu sekitar 15 menit saja.

Di tebing pantai Pone, sejumlah anak tangga dari beton berjejer menempel, sepertinya memang sengaja dibuat agar para wisatawan bisa dengan mudah menikmati keindahan alam teluk Gorontalo.

Meski namanya Tangga Duaribu, sebenarnya jumlah anak tangganya tidaklah mencapai 2000. Konon, ini hanya untuk mengingat tahun peresmiannya saja.

Dari sini, akan terlihat jelas lengkungan tanjung-tanjung berderet indah, lalu-lalang perahu nelayan, para pemancing yang duduk menunggu keberuntungan, dan tentu matahari terbit atau terbenam, layaknya menonton sebuah pertunjukan mahal yang disutradarai langsung oleh pemilik semesta.

Bagi pecinta senja, fotografi, dan pencari inspirasi, pemandangan teluk Gorontalo ini sangat cocok untuk mempercantik hari anda, apalagi sambil menyeruput kopi dan menikmati jagung bakar yang disajikan bersama daun pepaya, atau jantung pisang yang diolah dengan bumbu khas Gorontalo. Jadi, jangan ragu untuk berkunjung ke sini.
 

Foto: Ronny Buol