Bukit Wairinding, Berubah Warna Mengikuti Musim

Menurut hasil pengamatan saya, hal yang paling memukau dari kondisi pergantian musim di Pulau Sumba adalah warna rerumputan pada perbukitannya. Bukit Wairinding yang berada di Kabupaten Sumba Timur menjadi objek menarik untuk mengamati perubahan warna padang rumputnya.

Pulau Sumba yang berada di provinsi Nusa Tenggara Timur memang tak habis-habisnya memberikan kejutan. Dalam kurun waktu setahun saja, saya telah bolak balik pulau Sumba sebanyak empat kali. Tak ada kesan atau kata bosan untuk pulau yang familiar dengan istilah Humba Ailulu ini, khususnya pada setiap pergantian musim.

Menurut hasil pengamatan saya, hal yang paling memukau dari kondisi pergantian musim di Pulau Sumba adalah warna rerumputan pada perbukitannya. Bukit Wairinding yang berada di Kabupaten Sumba Timur menjadi objek menarik untuk mengamati perubahan warna padang rumputnya. Selain letaknya yang hanya berjarak sekitar tiga puluh menit perjalanan darat dari pusat kota Waingapu, Bukit Wairinding juga berada di tepian jalan utama yang menghubungkan kabupaten Sumba Timur, Sumba Tengah dan Sumba Barat. 

Bagi saya yang bergelut di dunia potret memotret, Bukit Wairinding adalah tempat yang paling strategis untuk mengabadikan momen. Pemandangan dari kontur bukit yang menyerupai gelombang dan tentunya perubahan warna yang mencolok pada pergantian musim menjadi target bidik yang mempesona bagi mata dan kamera saya.

Bukit Wairinding di Musim Kemarau
Musim kering atau biasa kita sebut musim kemarau menjadi daya tarik sendiri, khususnya di Bukit Wairinding. Periode musim kemarau di Sumba biasanya terjadi antara bulan Juni sampai Oktober. Bukit-bukitnya akan didominasi oleh warna coklat sedikit kekuningan. Benar-benar tipikal warna padang rumput atau sabana yang indah. Ketika sore hari hingga menjelang matahari terbenam, biasanya hadir pula anak-anak kecil yang sedang menghabiskan waktu mereka untuk bermain sembari mengembalakan hewan ternak. Ada kuda, kambing maupun domba. 

Bukit Wairinding di Musim Hujan
Musim hujan memang terkadang membuat malas untuk beraktivitas. Hal tersebut bisa saja diakibatkan oleh warna langit yang menjadi suram, turunnya suhu atau air hujan itu sendiri yang membuat kita lebih memilih mengurangi kegiatan di luar rumah. Namun, musim hujan menyuguhkan keindahan tersendiri di bukit Wairinding.

Padang rumput yang sebelumnya kering dan berwarna coklat kekuningan di musim kemarau akan berubah menjadi warna kehijauan serta udara menjadi lebih segar. Pemandangan tersebut sungguh sedap dipandang mata. Musim hujan di pulau Sumba biasanya mulai terjadi di akhir-akhir bulan Oktober hingga bulan Desember bahkan terkadang bisa terjadi hingga bulan Maret.