Ada 317 Aliran Silat Betawi di Jakarta dan Seputarannya

Etnis Betawi berdiam dan tinggal di Jakarta dan seputarannya. Terbentuk dari hasil akulturasi berbagai etnis yang pernah mendiami Jakarta. Melaui proses panjang peleburan dari ragam etnis ini melahirkan beragam aliran pencak silat. Orang Betawi menyebutnya dengan istilah maen pukulan Betawi.

Dalam buku Maen Pukulan Khas Betawi karya GJ Nawi, dituliskan tentang adanya 317 aliran maen pukulan Betawi. Sebarannya luas, mulai dari Betawi Pesisir (Foreland), Betawi Tengah (Midland), Betawi Pinggir dan Udik (Hinterland).

Apa itu silat Betawi? Orang Betawi mengaitkan maen pukulan sebagai permainan yang melibatkan kontak fisik, serang bela dengan atau tanpa senjata. Di dalamnya terdapat unsur bela diri. Konteks kata maen punya makna di dalamnya ada unsur kesenangan. Dikatakan maen pukulan karena di dalamnya didominasi unsur pukulan. Filosofi maen pukulan memang menabukan main kaki atau tendangan. Kalaupun ada tendangan hanya sebatas pusar ke bawah.

Nah, dalam event budaya Betawi di Rawa Belong (12/10/2019), apa yang dikatakan dalam buku Maen Pukulan Khas Betawi itu, beragam perguruan silat itu menampilkan atraksinya. Dalam ajang itu tampil aliran silat Beksi, Cingkrik, Sabeni, dan lainnya.


Beksi
Silat Beksi awalnya dikembangkan oleh masyarakat dari Kampung Dadap, kecamatan Kosambi, Tangerang. Aliran silat ini diciptakan oleh Lie Tjeng Hok (1854-1951). Pria keturunan Tionghoa ini mengkolaborasikan ilmu beladiri keluarganya dengan ilmu dari guru-guru silat Betawi. Lalu, ilmunya diajarkan kepada para muridnya orang Betawi pesisir dan orang Tionghoa  di sekitar kampung Dadap. Berikutnya, silat Beksi menyebar ke daerah Petukangan Selatan, Jakarta Selatan, dan daerah Batujaya, Batuceper, Tangerang.

Dalam praktiknya, silat Beksi memiliki 12 jurus dasar dan masing-masing memiliki pecahannya. Walaupun memiliki perbedaan nama-nama dan urutan jurus, setidaknya ada 3 jurus dasar yang sama nama dan urutannya, yaitu beksi, gedig, dan tancep. Silat Beksi bisa dikatakan memadukan antara seni, keindahan, ketepatan dan kecepatan memukul dengan gerakan sikut yang keras.


Cingkrik
Silat Cingkrik lahir di Rawa Belong, Jakarta Barat. Silat ini dicipatakan Ki Maing (Ismail bin Muayad) pada 1920-an.  Silat Betawi ini kini menyebar ke berbagai penjuru Jakarta. Berdasarkan referensi  silat Cingkrik diciptakan oleh Ki Maing sekitar tahun 1920-an.

Aliran silat ini lahir, setelahn Maingdapat inspirasi untuk menciptakan aliran silatnya sendiri setelah memperhatikan gerak-gerik seekor monyet yang cepat dalam menghindar dan menyerang. Gerakan serangan yang cepat dan gesit inilah yang menajdi ciri khas dari  jurus silat Cingkrik.


Sabeni
Aliran silat Sabeni berasal dari Tanah Abang. Nama aliran ini mengacu pada nama seorang pendekar abad 19. Pendekar Sabeni lahir sekitar tahun 1860 di Kebon Pala Tanah Abang. Sabeni dikenal luas setelah setelah mampu mengalahkan salah satu jawara di daerah Kemayoran. Lalu, melamar putri jawara yang akhirnya menjadi istri Sabeni. 
Jurus silat Sabeni sohor lantaran memiliki kecepatan dan kepraktisannya. Salah satunya,  permainan silat  yang rapat dan gerak tangan yang sangat cepat. JIka ditelisik lebih dalam aliran silat Sabeni mengutamakan gerakan penyerangan dan tidak memiliki kembangan serta murni untuk beladiri.


Foto: Rachmad Sadeli