Hal-Hal yang Boleh dan Pantang Dilakukan di Kampung Baduy

Ada hal-hal yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan selama berada di wilayah Kanekes, terutama di kawasan Baduy Dalam.

Salah satu kampung adat di Banten yang masih lestari dan menganut prinsip-prinsip budaya dengan kental adalah Kampung Adat Baduy Banten. Saking kentalnya, tiap wisatawan yang datang mestilah sadar bahwa ada hal-hal yang boleh dilakukan di sini, dan yang pantang.

Kampung Adat Baduy atau yang juga disebut dengan Kampung Kanekes di Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, ini tahun lalu tercatat terdiri dari 65 kampung. Kampung-kampung ini terbagi ke dalam dua wilayah: Baduy Dalam dan Baduy Luar. Di Baduy Dalam, ada tiga kampung, yaitu Cikartawana, Cibeo, dan Cikeusik.

Sepanjang jalan mengeksplorasi kawasan Baduy, baik luar atau dalam, kita akan dengan segera membiasakan mata dengan pemandangan rindang nan hijau, serta rumah-rumah khas Baduy. Rumah mereka terdiri dari atap yang terbuat dari ijuk dan anyaman daun (disebut tirai), bilik (untuk dinding), dan berbentuk panggung (kebanyakan menggunakan bahan bambu untuk penyangga rumah), serta memiliki satu “para” (loteng) untuk menyimpan barang-barang.

Baduy Dalam dan Baduy Luar memiliki karakteristik yang berbeda. Jika Baduy Luar sudah terbuka terhadap teknologi, Baduy Dalam masih murni. Jadi, sudah bisa ditebak, kalau kita harus membawa diri dengan baik selama menjelajah Baduy. Ada hal-hal yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan selama berada di wilayah Kanekes, terutama di kawasan Baduy Dalam. Setidaknya, berikut tips untuk mengingatkan hal-hal yang pantang dilakukan ketika main di Baduy:


Pantang Teknologi
Karena kehidupan masyarakat Baduy Dalam masih terikat aturan dan adat-istiadat ketat yang menantang penggunaan teknologi, seperti ponsel, kamera, radio, tape, speaker, dan lain-lain, kita sebagai pendatang semestinya juga menghormati dan mengikutinya.


Minus Sabun, Sampo, atau Pasta Gigi
Masyarakat Baduy selama ini menggunakan sabut kelapa untuk menggosok gigi dan tumbuhan yang mengeluarkan busa untuk mencuci baju. Aktivitas mandi dan bersih-bersih pun masih dilakukan di sungai. Karena itu, kita juga dilarang menggunakan sabun, sampo, dan pasta gigi pabrikan yang biasa kita gunakan karena bakal merusak lingkungan.


Tidak Membuang Sampah Sembarangan
Masyarakat Baduy masih hidup dekat dengan lingkungan sekitarnya. Karena itu, mereka jaga benar-benar alam. Sebagai tamu, kita wajib menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan, apalagi ke sungai. Kalaupun kita menghasilkan sampah plastik, sebaiknya simpan dan bawa sampah tersebut keluar Baduy bersama kita.


Berbaik Hati pada Tanaman
Selama di Baduy, hindari mencabut bahkan menebang tanaman di sepanjang jalan yang kita lalui. Masih sama dengan poin sebelumnya, ini berkaitan dengan kedekatan masyarakat dengan alam.


Tindakan Asusila
Hormati mereka yang sudah membuka diri dan menerima kita dengan tangan terbuka. Caranya, dengan tidak semena-mena atau terpikir untuk melakukan tindak-tindak asusila.

Sisanya, jaga attitude agar dapat diterima dan belajar banget tentang Baduy.


Foto: Yudi Febrianda