Ciri Khas Songket Zaenal Palembang yang Mewah dan Elegan

Kilauan corak emasnya berhasil mengangkat kain songket hingga dikenal dunia internasional.

Songket adalah salah satu jenis kain khas Indonesia dan memiliki corak berbeda tergantung daerah pembuatnya. Kain songket yang dibuat secara tradisional umumnya mahal karena penentuan harganya didasari dari kerumitan dan lamanya proses pembuatan kain itu.

Di Palembang, ada songket Zaenal. Putra daerah yang berhasil mengangkat kain songket mendunia, dan karyanya bahkan pernah dipakai di ajang Miss Universe. Ciri khas Songket Zaenal terletak pada jenis benang yang digunakan untuk menenun. Benang emas mendominasi pada kain tenun tradisional produksi Zaenal Abidin ini. Untuk mengimbanginya diberikan sentuhan benang perak dan warna lain yang berkilau. Rasa elegan dan mewah diperoleh saat memakai kain songket Zaenal.

Kain songket dari Palembang memiliki tekstur yang halus. Pembuatannya dilakukan dengan penambahan teknik tenun lungsi. Membutuhkan kecermatan yang tinggi untuk memperoleh seni tenun berkualitas terbaik. Benang lungsi sutera yang dipadukan dengan benang emas membentuk pola rumit dan sangat halus. Pola inilah yang menjadi karakteristik songket Zaenal.

Menurut sejarahnya, perpaduan antara benang sutera dan benang emas berawal di masa Kerajaan Sriwijaya. Benang sutera dibawa oleh pedagang Cina sedangkan benang emas dibawa oleh pedagang Timur Tengah dan India. Di tangan masyarakat Palembang, semua itu dipadukan menjadi kain songket. Kain songket Palembang menemui masa keemasannya di masa Kerajaan Sriwijaya.

Motifnya songket Zaenal mewah, elegan dan ekslusif karena tidak pernah sama. Songket Zaenal yang masih dibuat menggunakan alat tenun tradisional sehingga membutuhkan proses cukup lama. Biasanya untuk selembar kain songket membutuhkan waktu sekitar 3-6 bulan.

Selain tingkat kesulitan dan lamanya pembuatan, bahan dasar juga menjadi pertimbangan harga jual. Ada yang istimewa dan unik dari kain songket Zaenal karena menggunakan benang jantung. Terbuat dari bahan daun jantung dibalut emas dari reproduksi kain songket tua dan harganya bisa mencapai ratusan juta. Benang jantung tersebut ditenun untuk menghasilkan kain songket yang istimewa dan indah.


Foto: Jaka Thariq