Hudoq, Ritual Menari Demi Kesuburan Hasil Panen

Topeng Hudoq menyerupai manusia atau hama tanaman seperti burung, babi dan rusa. Berharap upacara ritual yang dilakukan akan membawa berkah dari para dewa dan padi yang telah ditanam akan tubuh subur dan terhindar dari hama tanaman.

Saat menugal (menanam padi) di ladang selesai sudah. Seluruh desa di kecamatan Long Pahangai Kabupaten Mahakam Hulu Kalimantan Timur, bersiap merayakan pesta Hudoq Pekayang.  Hudoq adalah figur yang dianggap jelmaan dewa yang diutus turun ke bumi untuk memberikan kesuburan dan mengusir hama tanaman. Pakaian Hudoq terbuat dari daun pisang atau daun pinang yang dirajut.

Topeng Hudoq menyerupai manusia atau hama tanaman seperti burung, babi dan rusa. Berharap upacara ritual yang dilakukan akan membawa berkah  dari para dewa dan padi yang telah ditanam akan tubuh subur dan terhindar dari hama tanaman. 

Setiap desa akan mengirimkan delegasi sekitar 20-50 orang yang dibagi menjadi Penari Hudoq dan penari Karang Aruq. Busana Hudoq dipersiapkan peserta sehari menjelang acara di Balai desa atau rumah panjang.  Menjelang acara, seluruh peserta berkumpul di karangan  (pinggiran sungai yang surut airnya) untuk berganti pakaian dan menunggu giliran keberangkatan dengan menggunakan perahu panjang.

Acara terdiri dari empat sesi. Pertama, Sak Baaq Hudoq (santap Hudoq) yaitu memberi makan penari untuk topeng Hudoq sebagai syarat. Menu makanan berupa ketan dan telur ayam kampung rebus. Kedua, Tengaran Hudoq, yaitu berbicara dalam bahasa Hudoq untuk memberitakan maksud kedatangan dengan petinggi kampung.

Perwakilan Hudoq dan petinggi kampung duduk di atas gong. Jika telah disampaikan maksud dan tujuannya maka Hudoq lainnya bersorak dalam bahasa Hudoq. Ketiga, Ngenyah Hudoq (menari Hudoq) yaitu, satu perwakilan Hudoq tuan rumah menari. Terakhir, Ngaraang Aruq/Ngarang Hudoq (menari panjang) yaitu setiap perwakilan Hudoq masing-masing kampung menari bergantian dengan membuat lingkaran di tengah lamin adat.

Upacara berlangsung selama 2 hingga 3 hari tanpa jeda. Para Hudoq menari di dalam lingkaran yang dibentuk oleh ratusan penari Karang Aruq. Penonton boleh bergabung dengan para penari Karang Aruq mengikuti irama tarian.

Kecamatan Long Pahangai terdiri dari 13 desa. Dari Samarinda diperlukan waktu 2 hari satu malam menggunakan jalur sungai. Berangkat pagi hari dengan bus air hingga Long Bagun, menginap semalam, dilanjutkan pagi harinya menuju Long Pahangai, sekiar 4 jam dengan speed boat atau long boat. Transportasi alternatif  lewat jalur udara dengan pesawat propjet 12 penumpang dengan waktu tempuh sekitar 2 jam mendarat di Bandara Datahdawai Long Lunuk, lanjut dengan ketinting (perahu kecil) kearah hilir  ke Long Pahangai sekitar 1 jam.

Setiap tahun komunitas Suku Dayak Bahau disepanjang sungai Mahakam melakukan ritual Hudoq. Setiap desa akan menjadi tuan rumah setiap tahun. Upacara diawali acara Hudoq Kawit di setiap desa, berlanjut dengan Hudoq Pekayang, yang merupakan gabungan dari 13 desa di seluruh kecamatan.

Tahun ini, acara Hudoq Pekayang digelar pada 17-18 Oktober di Kampung Lirung Ubing setelah melalui proses panen di bulan April-Mei, dilanjut proses membersihkan lahan bulan Juni - Juli, dan menugal di bulan Agustus-September. Karena itulah, padi ladang yang mereka tanam hanya akan dipanen sekali dalam setahun. Berbeda dengan padi sawah yang bisa panen 3 kali dalam setahun.

Reporter: Ati Bachtiar