Banyuwangi Rasa Kuta di Pulau Merah

Dikenal karena bukit hijau kecil bertanah merah yang terletak di bibir pantai, dapat dikunjungi dengan berjalan kaki saat air laut surut. Jadi destinasi incaran surfer karena pantainya yang bersih dari karang, dengan ombaknya mencapai 2 meter sepanjang 300 meter.

Banyuwangi memang sangat kaya akan pantai dengan reputasi mendunia. Hampir setengah wilayahnya dikelilingi pantai. Salah satu pantai yang kian dilirik wisatawan adalah Pantai Pulau Merah, sebuah pantai yang berlokasi di ujung selatan Banyuwangi.

Pantai Pulau Merah sebelumnya dikenal oleh masyarakat sekitar sebagai Pantai Ringin Pintu, di Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Nama Pulau Merah sendiri merujuk pada bukit kecil di tengah laut yang tidak jauh dari pantai yang memiliki tanah berwarna merah. Keelokannya terlihat pada sore hari, pantai terlihat sangat merah karena pasir merahnya yang basah dan terkena sinar matahari yang hendak tenggelam. Pemandangan yang tidak bisa ditemui di tempat lain.


Diperkenalkan Lewat Banyuwangi Tour de Ijen
Pantai Merah juga memiliki bukit hijau yang tingginya sekitar 200 meter. Bukit dengan tanah berwarna merah dan ditutupi oleh vegetasi hijau. Bukit ini bisa diakses pada saat air sedang surut.

Di Pantai Pulau Merah juga terdapat sebuah Pura bernama Pura Tawang Alun. Pada 1990-an, kawasan Pulau Merah sempat rusak parah akibat diterjang bencana tsunami, tetapi Pura Tawang Alun tidak rusak karena hantaman ombak. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kemudian memperbaikinya, salah satunya dengan memperbaiki akses jalan menuju lokasi. Pura ini juga menjadi tempat sembahyang masyarakat Hindu dari Bali dan Bromo.

Pada akhir 2012, Pemkab Banyuwangi memperkenalkan Pantai Pulau Merah ke dunia internasional melalui penyelenggaraan ajang lomba balap sepeda "Banyuwangi Tour de Ijen" yang melintasi kawasan perkebunan karet dan cokelat milik PTPN XII.

Pantai Pulo Merah berpasir putih, terbentang sepanjang tiga kilometer. Untuk keluarga yang berkunjung ke lokasi ini bisa menikmati pantainya dengan bermain pasir di sepanjang pantai. Hanya saja, karena ombaknya termasuk besar dan tinggi, tidak disarankan untuk berenang, terutama bagi anak kecil.

Namun bagi penggemar selancar, ombak di kawasan pantai ini cukup menantang dan menjadi salah satu tempat yang ideal. Pantai ini menawarkan ombak yang tingginya berkisar 3-5 meter. Banyak wisatawan luar negeri yang memanfaatkan ganasnya ombak pantai ini untuk berselancar, diantaranya pengunjung dari asal Prancis, Jerman, dan Australia. Pantai ini pun selalu dipenuhi surfer mancanegara setiap harinya. Bahkan banyak dari mereka memilih untuk menginap selama berhari-hari dan beberapa ada yang sampai berminggu-minggu.

Bahkan, presiden INSA atau Asosiasi Selancar Indonesia, Jro Made Supatra Karang, mengatakan bahwa pemandangan dan ombak di kawasan wisata Pulau Merah merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia.

Selain itu, Pulo Merah juga lebih mudah diakses dengan kondisi jalan yang mulus serta dekat dengan permukiman penduduk. Dasar pantai yang tidak memiliki banyak karang juga lebih aman untuk para peselancar. Dibandingkan ombak Pantai Kuta, ombak Pulo Merah lebih serius sehingga memungkinan peselancar untuk melakukan manuver di dalamnya.

Lokasi ini juga pernah menjadi tempat digelarnya Banyuwangi International Surf Competition pada 2013. Lomba selancar yang terdiri dari 3 kategori yakni, kategori internasional, kategori nasional, dan kategori lokal. Gelaran internasional ini merupakan salah satu agenda besar yang dirancang untuk menggabungkan kegiatan olahraga dengan pariwisata. Selama ini, para peselancar profesional mancanegara telah mengenal Banyuwangi melalui keindahan ombak di Pantai Plengkung atau lebih dikenal dengan nama "G-Land".


Pura Hindu, Bertahan dari Tsunami
Tidak jauh dari Pantai Pulau Merah terdapat sebuah pura, yaitu Pura Tawang Alun. Pura ini dibangun pada tahun 1980-an. Selain digunakan untuk tempat sembahyang oleh warga setempat, pura ini juga sering dikunjungi umat hindu dari seluruh Indonesia, khususnya dari Bali dan Bromo. Pada saat terjadi bencana tsunami pada 1990, pura yang berada di pinggir pantai ini  tidak hancur ketika dihantam ombak Tsunami setinggi 13 meter.

Pantai Pulau Merah terletak di ujung selatan Kabupaten Banyuwangi, tepatnya di Desa Sumber Agung, Kecamatan Pesanggaran. Pantai ini merupakan bagian dari pantai selatan dan masih satu rangkaian dengan Pantai Teluk Ijo, Pantai Sukamade, dan juga Pantai Pancer. Jarak tempuh dari kota Banyuwangi ke pantai pulo merah sekitar 60 km, atau kurang lebih memakan waktu 3 Jam perjalanan.

Tidak sulit menuju lokasi ini. Dari terminal Jajag, Banyuwangi, naik bus mini menuju Terminal Pesanggaran, lalu dilanjutkan ojek menuju lokasi Pantai Pulau Merah. Jika menggunakan kendaraan pribadi pun sangatlah mudah. Dari arah Barat Banyuwangi ke kecamatan Genteng lalu ke arah Pesanggaran langsung meluncur ke pantai Pulau Merah. Dari arah Timur Banyuwangi atau dari Situbondo juga gampang. Langsung ke arah Kecamatan Jajag lanjut ke Pesanggaran dan menuju Pantai Pulau Merah.