Mengenal Anoa Sulawesi, serta Perbedaannya dengan Banteng

Anoa sering dikira sejenis kerbau, sapi, dan banteng. Meskipun sepintas terlihat mirip, ada perbedaan besar antara anoa dengan hewan-hewan tersebut.

Ragam fauna di Indonesia dapat dikatakan sebagai salah satu yang paling unik. Hampir di setiap pulau besar di Indonesia terdapat hewan endemik yang tidak terdapat di belahan bumi lain. Semisal anoa yang biasa kita temukan di Sulawesi. Anoa adalah salah satu hewan endemik yang sepintas mirip dengan banteng. Namun, ia berciri khusus yang membedakannya dengan banteng.

Ada dua jenis anoa yang bisa ditemukan di Sulawesi, anoa yang berada di dataran tinggi dan anoa yang berada di dataran rendah. Anoa yang tinggal di dataran rendah adalah jenis anoa yang populasinya tinggi dan dikenal oleh dunia internasional sebagai lowland anoa.

Ukuran tubuh anoa dataran rendah lebih kecil dibandingkan anoa dari dataran tinggi. Dari ukuran tubuh, anoa dataran rendah memiliki tinggi antara 60-75 cm, sementara anoa dataran tinggi mampu tumbuh sampai setinggi 1 m. Anoa merupakan herbivora, yang berarti habitatnya banyak di tempat yang memiliki banyak tumbuhan, seperti padang savana dan hutan.

Jika hanya diamati dari foto, memang ada kemiripan antara anoa dengan banteng. Namun, secara biologis, keduanya cukup jauh berbeda. Anoa masuk ke dalam keluarga babi rusa, sementara banteng masuk ke dalam keluarga sapi-sapian. Ini yang kemudian membuat ukuran tubuhnya berbeda.

Anoa hanya mampu mencapai tinggi 1 meter, sementara banteng bisa tumbuh sampai setinggi 1,7 meter. Tanduk keduanya pun berbeda, anoa memanjang ke belakang, sementara banteng cenderung membulat. Lalu, tentunya yang sangat berbeda adalah populasi kedua hewan tersebut. Anoa Sulawesi populasinya di bawah 10.000 ekor, sementara banteng tidak termasuk hewan langka, dengan populasinya yang tinggi.


Foto: Robbie Christian, alolady