Sadar Pariwisata, Indahnya Pantai Kayu Angin Hasil Gotong Royong Warga

Saat musim durian, banyak warga yang berburu durian sambil menikmati keindahan Pantai Kayu Angin, wah seperti apa rupanya?

Saat libur, Pantai Kayu Angin di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Sebatik menjadi tempat 'serbuan' warga. Tak hanya warga di Pulau Sebatik, warga dari Pulau Nunukan juga banyak yang menghabiskan masa liburan di pantai yang berhadapan dengan Negara Bagian Sabah, Malaysia ini.

Minggu sore adalah waktu dimana kita bisa menemui ratusan warga Nunukan, Kalimantan Utara terlihat asyik berswafoto di sejumlah titik pinggir pantai Kayu Angin yang terletak di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. Kebanyakan pengunjung memilih berswafoto di bangunan payung dan bangku warna-warni di pinggir pantai. Sementara sebagian pengunjung yang membawa anak-anak lebih suka menghabiskan sore itu dengan bermain jungkat jungkit yang juga dicat warna-warni di bibir pantai sebelah barat.

Menurut pengakuan warga Sebatik yang terlihat berswafoto bersama teman-temannya di bangunan payung yang terbuat dari kayu dengan atap daun kelapa yang juga dicat warna-warni, saat ini Pantai Kayu Angin sudah berbeda dengan kondisi beberapa waktu lalu. Mereka mengaku senang dengan adanya pembuatan sejumlah wahana permainan anak-anak dan bangku warna-warni yang menghiasai pantai Kayu Angin.

Pantai Kayu Angin selama ini terlihat kotor karena sampah dari laut yang terbawa ombak terdampar di pantai.  Kini terlihat lebih indah dengan hadirnya 10 bangunan payung dari kayu serta 10 bangku warna-warni yang diletakkan di bibir pantai. Warga juga terlihat secara gotong royong membangun wahana permainan seperti ayunan, jungkat junkgit dari kayu serta lapangan futsal di salah satu spot bibir pantai.

Ide membangun pantai Kayu Angin secara bergotong rotong, karena selama ini masyarakat berharap pantai Kayu Angin bisa dikelola secara baik sehingga berdampak adanya perputaran perekonomian. Selama ini pantai Kayu Angin seperti dibiarkan kumuh dengan sampah dan tidak adanya fasilitas pendukung seperti jalan masuk menuju pantai, kawasan parkir untuk kendaraan pengunjung serta tempat sampah bagi pengunjung. Padahal setiap akhir pekan ratusan hingga ribuan warga Nunukan mengunjungi pantai Kayu Angin.

Pantai tersebut layak dikembangkan karena selain mudah dijangkau, pemandangan pantai juga membuat nyaman pengunjung. Pohon cemara dengan rerumputan hijau di sekitar pantai pun mewarnai eksotisme pasir putih di pantai tersebut.


Foto: Muhammad Arif, Oktafiani