Menikmati Sunrise di Bromo, Harus Bangun Pagi dan Kuat Dingin

Bangun pagi memang bukan kegiatan yang mudah bagi beberapa orang. Namun, bagaimana bila Sobat Pesona saya ajak untuk bangun pagi dan berburu pemandangan matahari terbit di kawasan Gunung Bromo? Untuk Sobat Pesona yang mencintai seni fotografi serta petualangan, saya yakin Sobat Pesona tidak akan berpikir dua kali untuk mengikuti perjalanan saya.

Bangun pagi memang bukan kegiatan yang mudah bagi beberapa orang. Namun, bagaimana bila Sobat Pesona saya ajak untuk bangun pagi dan berburu pemandangan matahari terbit di kawasan Gunung Bromo? Untuk Sobat Pesona yang mencintai seni fotografi serta petualangan, saya yakin Sobat Pesona tidak akan berpikir dua kali untuk mengikuti perjalanan saya.

Bromo lagi dan lagi. Seperti tak pernah ada kata puas untuk kembali. Berburu matahari terbit di Bromo adalah sebuah kesempatan yang sangat saya gemari. Walapun wajib bangun pagi-pagi buta serta harus mampu beradaptasi dengan suhu di bawah 15 derajat celcius, hal tersebut tak mengurangi sedikitpun semangat saya. Rendahnya suhu di kawasan Bromo malah menjadi ajang bagi saya  dan juga beberapa teman untuk tampil gaya dengan winter outfit, layaknya di negara-negara luar yang memiliki musim dingin.

Sebelum bertandang ke Bromo, kita wajib melakukan pengecekan melalui pihak pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNTBS) terhadap status terbaru gunung tersebut. Apakah gunung Bromo berada dalam kondisi aman untuk kita melakukan aktivitas wisata atau sebaliknya. Bromo memang kerap kali mengalami erupsi, tapi hal tersebut tak menyurutkan niat saya untuk memotret keindahannya dari segala sudut.

Pemandangan matahari terbit dari puncak penanjakkan masih jadi favorit saya. Walaupun mesti berdesak-desakan dengan wisatawan lainnya. Kegagahan Semeru, misteriusnya Bromo dan kalemnya Gunung Batok dibalut kabut tipis dan sinar kuning keemasan adalah komposisi yang sempurna dan layak diabadikan. Saya bahkan sempat menerbangkan drone untuk mengambil beberapa sudut pemandangan dari udara yang tak sanggup dijangkau bila hanya menggunakan kamera dan lensa.

Selepas momen matahari terbit, saya biasanya langsung meluncur turun menggunakan jeep ke arah lautan pasir untuk memulai pendakian gunung Bromo. Terdapat kurang lebih 250 anak tangga yang mesti dijajal untuk sampai ke puncak demi melihat kawah gunung Bromo yang masih aktif dan sesekali menyemburkan gas. Mitos menghitung jumlah anak tangga naik dan turun pun pernah saya lakukan. Sayangnya, hitungan saya tidak pernah sama. Mungkin Sobat Pesona bisa mencobanya sendiri agar tidak penasaran dengan mitos yang begitu familiar pada gunung yang memiliki tinggi 2329 meter diatas permukaan laut ini.