Keindahan Kain Tapis yang Membius Mata

Keindahan kain tapis mampu menyihir siapa saja yang melihatnya. Dengan motif alam, masyarakat Lampung menggambarkan keseimbangan manusia dan alam lewat kain.

Setiap daerah di Indonesia tidak hanya memiliki kultur yang berbeda, tapi juga produk-produk budaya yang berasal dari filosofi berbeda. Seperti misalnya, pada kain-kain tradisional dari Sabang sampai Merauke. Kali ini, kita bicara tentang wastra Nusantara asal Lampung bernama kain tapis. Apabila berkunjung ke Lampung, jangan lupa belajar tentang kain tapis. Kalaupun setelah itu tertarik untuk membelinya, justru lebih bagus lagi.

Kain tapis merupakan kain adat Lampung. Kain berbentuk sarung ini berbahan dasar benang kapas yang lalu dikombinasikan dengan benang perak dan benang emas sebagai motif. Beberapa motif kain ini cukup menarik. Ada tema-tema alam, lalu ragam flora yang dijadikan motif, dan tentunya motif hewan-hewan. Fungsi pemilihan motif dengan tema alam adalah untuk menunjukkan rasa syukur atas keseimbangan hidup di antara lingkungan dan alam.

Menurut catatan sejarah, masyarakat Lampung telah melakukan budaya tenun kain sejak zaman prasejarah. Dimulai dengan kain pelepai pada abad sebelum masehi. Dengan mengangkat motif alam, ada makna spiritual yang diwakilkan dalam kain ini. Kain-kain inilah yang terus berkembang, hingga kemudian dikenal saat ini dengan nama kain tapis.

Kain tapis dikenakan oleh para perempuan, terutama pengantin perempuan yang tengah mengadakan prosesi perkawinan secara adat. Ia dikenakan juga oleh para perempuan yang jadi pengiring pengantin di prosesi pernikahan ini. Kini, kain tapis berhasil menjadi produk kebudayaan yang turut melengkapi daftar wastra lain yang telah ada di Nusantara, seperti batik, ulos, dan semacamnya.

Motif indah, maknawi, serta latar sejarah yang panjang, jadi alasan utama Sobat Pesona perlu mampir manakala singgah di Lampung. Sobat Pesona bisa melihat secara langsung bagaimana proses kain ini dibuat.

 

Foto : Bayu Suherman