Indahnya Asimilasi dalam Warisan Kulinari

Salah satu hasil asimilasi budaya adalah makanan. Di Pangkal Pinang, banyak sekali bertebaran tempat wisata kuliner yang bisa disinggahi. Selain masakan hasil laut, Pangkal Pinang juga kaya akan warisan kuliner peranakan.

Nama Kepulauan Bangka Belitung boleh jadi nyaring terdengar ketika Andrea Hirata sukses membesut novel Laskar Pelangi. Kesuksesan novel dan film ini membuat nama Bangka Belitung menjadi harum dan ramai dikunjungi orang.

Yang diceritakan dalam film ini adalah soal harmonisnya asimilasi budaya antara ras Melayu dan keturunan Tionghoa yang memang banyak di wilayah Sumatera Selatan ini. Asimilasi budaya ini yang kemudian memberi warna yang kental pada masyarakat Babel (Bangka Belitung).

Warisan Kulinari
Salah satu hasil asimilasi budaya adalah makanan. Di Pangkal Pinang, banyak sekali bertebaran tempat wisata kuliner yang bisa disinggahi. Selain masakan hasil laut, Pangkal Pinang juga kaya akan warisan kuliner peranakan. 

Salah satu rumah makan yang paling ramai tentu saja Resto Seafood Mr. Asui. Tempat ini rasanya enggak perlu diperdebatkan lagi. Pemiliknya bernama Koh Asui (Hew Men Sui). Nama Indonesianya Sukamto. Mungkin karena banyak orang asing yang singgah ke resto seafood-nya, jadilah namanya dilengkapi Mr. Asui.

Meski tempat makan seafood makin banyak di Pangkap Pinang, Resto Mr Asui rasanya akan tetap punya penggemarnya sendiri, terutama buat yang suka masakan seafood tanpa bumbu yang terlalu kuat. Signature dish-nya adalah ekor tenggiri  bakar. Kabarnya, berpuluh-puluh potongan ekor tenggiri segar dibawa ke sini tiap hari. Memang hanya bagian ekornya saja. Tetapi, karena dipotong dari ikan tenggiri (spanish mackerel) yang berukuran besar, maka sepotong ekornya saja beratnya mencapai sekitar satu kilogram. Bisa dimakan empat orang sampai kenyang.

Ekor tenggiri ini dibakar di atas bara arang tanpa bumbu apapun. Bagian kulit luarnya sedikit hangus. Bila menjelang matang, dagingnya merekah sendiri, lalu akan langsung diangkat dari api. Disajikan dengan jeruk kunci (limau kasturi, lemon cui) dan sambal blacan (trasi). Glek!

Masih ada beberapa makanan yang patut dicicipi di sini. Kakap tahu, ikan lempah kuning, dan olahan lainnya. Hanya saja tidak mungkin rasanya datang kesini sendirian dan mencicipi semua. Jadi pilih saja yang sesuai dengan selera Sobat Pesona.

Saya kebetulan memilih kepiting lada hitam ditemani cah kangkung polos. Hanya untuk porsi sendiri. Berduet dengan nasi panas, rasanya hari itu saya membuat keputusan yang tepat. Makan siang di Resto Seafood Mr. Asui Pangkal Pinang.