Bukan di Yogyakarta, Inilah Lima Fakta Unik dari Candi Borobudur

Kesalahpahaman tentang letak presisi dari Candi Borobudur ini agaknya masih mendarah daging hingga saat ini. Selain itu, terselip beberapa fakta di balik megahnya Candi Borobudur yang layak untuk dibahas lebih dalam.

Seolah tidak ada habisnya jika membahas tentang Yogyakarta, salah satu destinasi wisata kelas dunia yang dimiliki oleh Ibu Pertiwi. Mulai dari budaya adat Jawa, bangunan bergaya arsitektur Belanda, hingga tersebarnya banyak candi yang seolah membentengi Kota Gudeg ini.

Salah satu dari sekian banyak candi yang dapat Sobat Pesona kenal adalah Candi Borobudur. Tapi, ada satu kesalahpahaman yang selama ini sudah kadung mendarah daging.

Banyak yang mengira bahwa Candi Borobudur berada di Yogyakarta, tapi ternyata candi Buddha terbesar di dunia ini bukanlah terletak di Yogyakarta, melainkan di Magelang yang sudah masuk teritorial Jawa Tengah. Siapa diantara Sobat Pesona di sini yang masih sering salah menyebutkan letak dari Candi Borobudur ini?

Terlepas dari kesalahpahaman tentang letak persisnya, berikut adalah sejumlah fakta unik dari Candi Borobudur yang mungkin belum Sobat Pesona ketahui.


Pertama Kali Dikenalkan Oleh...
Di sini, Sir Thomas Stamford Raffles kembali menunjukkan peran besar terhadap peradaban bangsa Indonesia, setelah sebelumnya Gubernur-Letnan Hindia Belanda terbesar sepanjang sejarah ini memimpin sebuah ekspedisi dan menemukan bunga bangkai endemik Sumatera yang diberi nama Rafflesia Arnoldii.

Thomas Stamford Raffles memperkenalkan Candi Borobudur untuk pertama kalinya kepada dunia pada tahun 1814 melalui bukunya yang berjudul The History of Java.

Hingga saat ini, Candi Borobudur telah mengalami pemugaran sebanyak dua kali yang dilakukan oleh Indonesia dan UNESCO.


Satu Garis Lurus
Jika diperhatikan, maka Candi Borobudur ini berada di dalam satu garis lurus dengan Candi Pawon dan Candi Mendut yang berada di sebelah timurnya. Jika belum tercengang atau mungkin Sobat Pesona berpikiran bahwa ini merupakan sebuah ketidaksengajaan belaka, maka fakta yang tersaji adalah ketiga candi ini sama-sama bercorak Buddha Mahayana.


Seolah Dilindungi oleh Alam
Tidak berhenti sampai di situ saja, Candi Borobudur juga diapit oleh dua pasang gunung yang seolah melindungi eksistensinya, Gunung Merapi dan Gunung Merbabu, serta Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.

Selain empat gunung ini, Pegunungan Menoreh pun ikut mengambil peran dalam menjaga keindahan candi ini. Ingin tahu yang lebih keren? Candi Borobudur ini dikelilingi oleh dua aliran sungai, yaitu Sungai Progo dan Sungai Elo.


Kepala Buddha yang Dicuri
Jika tengah berkunjung  ke Candi Borobudur dan Sobat Pesona mendapati banyak arca Buddha yang tidak memiliki kepala, maka ini merupakan ulah dari tangan-tangan jahil yang dengan sengaja mencurinya.

Menurut kabar yang tersiar, nilai jual dari kepala arca Buddha ini sangat tinggi. Jadi, ayo kita bersama-sama menjaga kelestarian dari salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia ini.


Jam Matahari
Menurut penuturan para ilmuwan, posisi dari Stupa Besar yang ada di Candi Borobudur ini bukan hanya sebagai pelengkap saja, melainkan mereka percaya bahwa stupa ini berfungsi sebagai jam matahari yang digunakan untuk menunjukkan waktu pada zamannya.