Romantisme Pantai Gunung Kidul

Pantai selalu sarat daya tarik. Maka ketika pesisir Selatan Yogyakarta disiarkan dengan pantai-pantainya, orang pun berbondong-bondong ke sana, termasuk saya. Perjalanan untuk ke pantai di Gunung Kidul tak kalah menantang dibanding pemandangannya, yaitu naik ke perbukitan karst yang berkelok-kelok.

Pantai selalu sarat daya tarik. Maka ketika pesisir Selatan Yogyakarta disiarkan dengan pantai-pantainya, orang pun berbondong-bondong ke sana, termasuk saya. Perjalanan untuk ke pantai di Gunung Kidul tak kalah menantang dibanding pemandangannya, yaitu naik ke perbukitan karst yang berkelok-kelok. Begitu meninggalkan Yogyakarta, maka jalan itu menanjak mengitari gunung dan bukit-bukit. Itulah kenapa Gunungkidul juga dikenal sebagai deretan pegunungan seribu.

Saya mengawali perjalanan pagi ke Pantai Ngobaran. Yang disebut pantai di Ngobaran adalah tebing karang dengan ombak deras di mana orang akan kesulitan berada di bawahnya bila sedang pasang. Yang unik adalah sebuah pura dengan stupa dibangun di bibir tebing.

Sebelum matahari meninggi, saya memutuskan segera ke Pantai Nglambor. Ngambor populer melalui media sosial. Pantai ini berupa ceruk, yang meski hanya punya sedikit pasir, namun airnya dangkal dan ombaknya kecil karena terhalang oleh sebuah anak pulau. Di sini orang mudah sekali berenang.

Ada setidaknya tiga jasa snorkeling yang menawarkan paket guide lengkap dengan google, sepatu dan foto underwater. Bagi kawula muda, berfoto dan berenang di laut dangkal di Pantai Nglambor menawarkan pengalaman yang unik.

Setelah menghabiskan pagi, maka tiba saatnya makan siang. Ini adalah saatnya berpindah ke Pantai Ngrenehan, di mana nelayan-nelayan tradisional membawa pulang hasil tangkapan mereka semalam.

Karena ini adalah deretan pantai, cukup cepat untuk menjangkau Pantai Ngrenehan. Setelah melewati beberapa bukit dan pemukiman kecil, aroma laut kembali tercium. Ngrenehan juga berupa ceruk landai. Ceruk itu membentuk tapal kuda dengan satu ujungnya berlekuk menyerupai kepala buaya.

Di sini pengunjung bisa makan seafood yang segar di kedai-kedai yang berjejer. Makan dari hasil laut nelayan di atas tikar di pasir laut sungguh berbeda dengan makan masakan laut dari restoran. Nelayan yang lewat dan tersenyum seolah turut merasakan kenikmatan yang saya dapat dari daging kepiting.

Dan bila telah puas untuk urusan perut, saatnya menikmati sore. Sore berarti adalah sunset. Pilihan untuk menikmati sunset adalah Pantai Baron atau Kukup. Kedua pantai ini nyaris bersatu bila tidak dipisah oleh dinding bukit.

Dua pantai ini lebih dulu populer dibanding pantai-pantai sebelumnya karena lokasinya yang paling mudah dijangkau. Dan seperti halnya manusia, wajah pantai akan berubah seiring waktu dan kedatangan manusia. Namun lirik-lirik lagu tentang pantai akan selalu sama.