Eksotika Gurun Pasir Busung dan Telaga Biru Bintan

Kemolekan lanskap di Indonesia selalu menjadi perhatian dunia, seperti fenomena salju abadi di Puncak Jaya gunung Jayawijaya, atau fenomena danau tiga warna Kelimutu Flores. Baru-baru ini, fenomena alam terjadi juga di Pulau Bintan, yakni kemunculan Telaga Biru dan Padang Pasir di kawasan eks tambang Pasir Busung, Bintan Kepulauan Riau.

Sekitar 45 km dari Kota Tanjung Pinang ke arah utara, tepatnya di Jalan Raya Busung batu 16 arah Tanjung Uban Kabupaten Bintan, terdapat sebuah objek wisata yang saat ini sedang banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai negera, yakni Gurun Pasir Busung dan Telaga Biru.

Objek wisata ini semula merupakan pertambangan pasir yang sudah berhenti beroperasi pada tahun 2013. Sejak itu, masyarakat Desa Busung berinisiatif menjadikan eks pertambangan pasir tersebut sebagai tempat wisata.

Masyarakat Bintan sendiri mulai mengenal Gurun Pasir Busung setelah menjadi populer di Instagram melalui tagar #telagabirubintan. Sampai saat ini, Gurun Pasir Busung dikelola oleh masyarakat Desa Busung yang secara swadaya mengembangkannya menjadi tempat wisata.

Gunungan dan undakan pasir di Busung tersebut, dapat berubah-ubah setiap waktu. Hal tersebut disebabkan oleh erosi tumpukan pasir yang tergerus angin, selain itu bisa jadi karena penambangan liar di tempat tersebut. Uniknya, karena terjadinya erosi atau deflasi pada gurun pasir yang disebabkan angin, menghasilkan tekstur dan gundukan pasir yang indah dipandang mata.

Jika diamati dari ketinggian, kontur Gurun Pasir Busung menyerupai miniatur gurun pasir di Timur Tengah. Para pelancong dapat mendaki dan menuruni gunungan pasir yang eksotis tersebut seraya berswafoto, dengan latar belakang hamparan pasir yang berbukit-bukit.


Telaga Biru Bintan, Oase di Tengah Gurun
Masih di kawasan eks pertambangan pasir yang kini dikenal sebagai Gurun Pasir Busung , terdapat juga Telaga Biru. Telaga yang merupakan eks pertambangan pasir tersebut, pada akhirnya secara alami terbentuk menjadi sebuah telaga.

Berawal dari sebuah kubangan yang tergenang air hujan, dan juga air dari sungai hutan mangrove, perlahan membentuk danau dan menjadi sebuah telaga berwarna biru. Warna biru tersebut disebabkan oleh jernihnya air dari sungai mangrove (air payau) di atas hamparan pasir putih yang memantulkan birunya langit Bintan.

Telaga Biru tersebut memang berada di kawasan hutan mangrove. Setidaknya ada lima telaga di kawasan itu. Namun, hanya ada dua telaga dengan kepekatan air berwarna biru langit. Selebihnya, berwarna jernih kehijauan.

Telaga Biru dan Gurun Pasir Busung, dapat ditempuh dalam waktu 45 menit dari Kota Tanjung Pinang. Posisinya berada di Desa Busung, Kecamatan Tanjung Uban, Kabupaten Bintan, tidak jauh dari kawasan wisata Lagoi.