Kedai Mie Sedap, Pas Buat Sarapan ataupun Makan Malam

Rasanya nikmat jika ditemani kopi, es timun serut khas Aceh, atau ie tahu atau air tahu.

Mie Aceh memang jadi salah satu trade mark provinsi Indonesia Barat paling barat ini. Bumbu rempahnya yang khas menjadikan mie Aceh punya ciri khas tersendiri. Namun ada lidah yang kurang cocok dengan rasa rempahnya yang kuat. Namun bagi golongan pemburu kuliner seperti ini jangan khawatir, jika berkunjung ke Naggroe Aceh Darussalam dan memang penggemar mie, sempatkan untuk menyeberang ke Pulau Weh. Di Kota Sabang ada satu sajian mie yang beda banget dari mie Aceh kebanyakan.

Berada di Jalan Perdagangan No 48, Kedai Mie Sedap sudah dikelola secara turun-temurun sejak tahun 70-an. Tak susah mencari Kedai Mie Sedap. Di jalan satu arah ini, kedai ini bisa dijumpai di di seblah kiri setelah kantor Polres Sabang di deretan bangunan toko lama yang dicat warna-warni. Saat ini pengelolanya adalah Thomas Kurniawan, cucu pendiri Mie Sedap. Ada dua menu yang menjadi andalannya, yaitu mie goreng dan mie rebus.

Ruangan kedai yang berukuran sekitar 6 x 7 meter ini dijejali beberapa meja kayu dengan penataan khas warung-warung makan lama. Melihat sekilas, tampilan Mie Sedap ini mirip mie ayam. Mie kecil warna kuning ini ternyata buatan sendiri.

Sebagaimana makanan khas Sabang lain, mie ini menggunakan ikan laut sebagai topping-nya plus rajangan daun bawang. Meskipun memakai daging ikan laut, namun kuah mie rebusnya justru tak terlalu kuat aroma ikan lautnya. Kuah bening ini terasa segar saat diseruput hangat-hangat.

Sementara yang goreng, hampir tidak terlalu berbeda rasa mienya dari mie rebusnya. Hanya keberadaan kuah yang membedakannya.  Tekstur mienya lembut namun cukup kenyal dan tidak terlalu menyerap kuah sehingga tidak membuat eneg. Rasanya nikmat jika ditemani kopi, es timun serut khas Aceh, atau ie tahu. Ie tahu ini artinya air tahu. Yang dimaksud dengan air tahu adalah susu kedelai.

Harga Mie Sedap ini cukup terjangkau, cukup dengan Rp. 13.000,- per porsi. Namun, seperti pada umumnya kehidupan masyarakat di Sabang, warung ini tutup di siang hari. Pagi buka jam 08:00 hingga 12:00, lalu sore buka lagi jam 17:00 hingga 22:00. Pas buat cari sarapan sebelum keliling Pulau Weh dan malam malam setelah lelah keliling Pulau Weh.


Foto: Sigit Triwahyu