Nongkrong di Kopi Solong, Nih 3 Menu Wajibnya

“Beungoh singoh geutanyoe jep kupi di keude Meulaboh atawa ulon akan syahid.” Kalimat yang masyhur yang keluar dari mulut Teuku Umar sebelum maju perang melawan tentara kolonial Belanda pada 11 Februari 1899. Artinya kurang lebih seperti ini “Besok pagi kita akan minum kopi di kota Meulaboh atau aku akan syahid.”

 

Dari kalimat di atas, jelas bahwa budaya minum kopi adalah hal yang lazim ditemui di Nanggroe Aceh Darussalam sejak dulu. Padahal waktu itu kopi belum dibudidayakan di Aceh, masih diimpor. Budaya kopi ini konon ditularkan oleh Kesultanan Ottoman (saat ini Turki) yang memang berhubungan baik dengan Kesultanan Aceh waktu itu.

Karena itu berkunjung ke Serambi Mekkah ini tak lengkap jika tak mengunjungi kedai kopi lokal yang banyak dijumpai. Salah satu yang sangat popular adalah kedai Kopi Solong. Kedai kopi yang sudah berdiri sejak 1974 ini berada di wilayah Ulee Kareng, tepatnya di jalan Teuku Iskandar, Banda Aceh. Nama pendiri kedai kopi ini adalah Muhammad Saman. Sedangkan nama Solong diambil dari nama panggilannya, Abu Solong. Padahal nama kedai ini aslinya adalah Jasa Ayah.


Kopi Sareng, Pahit Menggigit
Kedai Kopi Solong mempunyai dua sajian yang patut dijajal, yaitu kopi sareng dan kopi sanger. Kopi sareng adalah kopi robusta dark roasted yang direbus dan kemudian disaring berkali-kali dengan saringan dari kain berbentuk kerucut. Teknik menyaringnya jadi tontonan menarik. Saringan kain ini diangkat tinggi-tinggi sehingga kopi mengucur ke gelas sajian dari jarak yang cukup jauh.

Pahitnya kopi ini cukup kuat. Bagi yang tak terlalu suka kopi hitam, bisa menambahkan gula sendiri. Disediakan mangkuk kecil berisi gula pasir di meja-meja. Di Aceh ada budaya “ngopi” unik, yaitu bi kupi pancong saboh. Ini adalah budaya pesan kopi setengah gelas. Ini bukan untuk mengirit tapi penyajian kopi setegah gelas ini dengan porsi bubuk kopi yang sama dengan satu gelas. Artinya, rasa kopinya menjadi lebih kuat. Mungkin ini sama dengan istilah “duoble shoot” saat kita ingin merasakan rasa espresso yang lebih kuat.


Kopi Sanger, Racikan Paten Aceh
Sementara kopi sanger adalah kopi racikan khas Aceh, campuran antara kopi robusta dark roasted, susu, dan gula. Setelah dicampur, adonan ini lalu dikocok hingga mengeluarkan buih. Rasanya gurih. Yang tak terlalu suka kopi hitam, kopi sanger adalah pilihan yang tepat.

Kedua kopi ini terasa lebih nikmat jika ditemani penganan tradisional. Saat kita duduk menunggu kopi pesanan, pelayan kedai kopi akan menyajikan berbagai penganan tradisional dalam piring-piring plastik kecil. Mirip dengan pelayan rumah makan Padang saatmenyajikan lauk di meja.


Kue Timpan, Legit Manis Teman Ngopi
Salah satu yang wajib dijajal karena pas banget sebagai teman minum kopi sareng yang pahit adalah kue timpan. Kue ini berbentuk seperi kue lemper, namun lebih ramping. Bahan dasarnya adalah ketan yang diulen dengan pisang raja. Di dalamnya diisi dengan parutan kelapa dan srikaya. Kue ini dibungkus dengan daun pisang muda. Selain karena lebih lentur, daun pisang muda ini juga menambahkan aroma pada kue yang rasanya gurih-manis ini. Kue timpan lazim disajikan saat hari raya di Aceh.

Selain kopi sareng dan kopi sanger, kedai Kopi Solong ini juga menyajikan kopi-kopi dan minuman lain seperti kopi susu, espresso, teh Tarik. Harganya mulai dari Rp6000 hingga Rp 19.000. Jika ingin makan besar, di terasnya juga ada penjual makanan lain, tak hanya menu Aceh saja. Ingin cari sarapan atau bahkan kudapan menjelang tengah malam sambal ngopi? Kedai kopi ini rasanya pantas jadi tujuan karena buka pukul 06:00 dan tutup jam 23:00 WIB.


Foto: Sigit Triwahyu