Papua, Timur Indonesia yang Penuh Pesona

Selama di Papua, kami mengunjungi 3 tempat, yaitu Nalca, Daboto, dan Danowage. Kami mengunjungi tiga tempat tersebut lewat jalur udara menggunakan pesawat MAF Cessna karena untuk memasuki pedesaan lewat jalur darat, aksesnya masih sulit untuk dilalui.

Kalau ditanya momen terbaik selama 2018, pasti saya akan menjawab saat datang ke Papua. Pergi ke tanah Papua adalah salah satu impian saya yang akhirnya terwujud. Sudah lama saya mempunyai keinginan untuk menginjakkan kaki di Papua. Akhirnya rasa penasaran saya terwujud pada September 2018 lalu. Saat itu, saya bergabung dengan teman-teman dari Finlandia untuk memotret tentang isu sosial seperti kesehatan dan pendidikan di Papua.

Menempuh kurang lebih 5 jam perjalanan udara dari Jakarta ke Sentani, akhirnya kami sampai dengan antusias. Saya turun dari pesawat dan bergegas menuju Hotel Sentani dengan rombongan lainnya untuk melakukan riset perjalanan lapangan terlebih dahulu. Selama di Papua, kami mengunjungi 3 tempat; Nalca, Daboto, dan Danowage. Kami mengunjungi tiga tempat tersebut lewat jalur udara menggunakan pesawat MAF Cessna karena untuk memasuki pedesaan lewat jalur darat, aksesnya masih sulit untuk dilalui.

Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Nalca. Nalca merupakan bagian dari wilayah Yahukimo dan masih dikategorikan sebagai pedalaman Papua. Hampir semua penduduknya menjadikan ubi-ubian dan sayur sebagai makanan utama mereka. Dikelilingi pegunungan dan hamparan hijau pepohonan, dilengkapi dengan birunya langit menyerupai lukisan indah. Kami disambut ramah dengan senyuman oleh beberapa anak-anak asli Nalca yang membuat hati kami menjadi hangat setelah menempuh perjalanan panjang menuju ke sana.

Tempat kedua yang kami kunjungi adalah Daboto. Tiba di Daboto, saya terdiam sejenak. Daboto tidak seperti Indonesia yang saya kenal, berbanding jauh dengan kehidupan saya sehari-hari di Jakarta. Jangankan mengenal uang atau bank, di dalam rumah mereka hanya ada bahan makanan, tidak ada perabotan rumah tangga seperti rumah pada umumnya. Daboto seperti pedalaman Papua lainnya, beruntung karena diselimuti keindahan alam yang mempesona.

Tempat ketiga dan terakhir adalah Danowage yang terletak di Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digul. Danowage merupakan tempat tinggal Suku Korowai. Akses ke kampung Danowage juga hanya bisa ditempuh dengan jalur udara, lalu baru bisa dilanjutkan dengan jalur darat.

Perjalanan ke Papua ini membuka lebar mata saya tentang luasnya wilayah dan keberagaman budaya di Indonesia. Perjalanan kali ini membuat saya terpana, terpesona, dan terdiam melihat keadaan saudara-saudara kita di pedalaman Papua. Saya hanya bisa berharap, semoga dengan kondisi terbatas, mereka bisa terus tersenyum hangat.