Ruteng, Lanskap Berbukit yang Instagramable

Ruteng itu “cuma” 4 jam dari Labuan Bajo. Namun, ibarat saudara sekandung yang berbeda muka dan sifat, dua tempat ini tidak mirip sama sekali. Labuan Bajo adalah tipikal pulau tropikal yang bermandikan matahari dan suhu yang panas. Sementara Ruteng adalah perbukitan dengan ketinggian sekitar 1.188 mdpl dengan suhu yang bisa turun sampai 10 derajat celcius di kala malam.

Ruteng. Kota yang bisa jadi asing buat kebanyakan orang. Termasuk saya. Kota yang kurang familiar, bahkan mungkin untuk beberapa Sobat Pesona yang baru pertama kali mendengar nama kota ini. Namun, ketika menyebut Labuan Bajo, pasti semua akan mengangguk setuju jika tempat itu istimewa. Lagi pula siapa yang tak kenal dengan pintu masuk menuju kepulauan Komodo yang legendaris itu.

Padahal, Ruteng itu “cuma” 4 jam dari Labuan Bajo. Namun, ibarat saudara sekandung yang berbeda muka dan sifat, dua tempat ini tidak mirip sama sekali. Labuan Bajo, tipikal pulau tropikal yang bermandikan matahari dan suhu yang panas. Sementara Ruteng kebalikannya.

Dengan ketinggian sekitar 1.188 mdpl, suhu Ruteng bisa turun sampai 10 derajat celcius di kala malam. Tidak heran, ketika berkunjung ke ibukota kabupaten Manggarai ini, saya tidak menemukan penjual Air conditioner (AC). Sebab, buat apa menjual barang yang kemungkinan permintaannya tidak ada.  

Di ketinggian ini pula, banyak gereja dan biara berdiri. Suhunya yang dingin dan suasana yang damai membuat Ruteng layak dijadikan tempat merenung, retreat, menyepi dan sebagainya. Ruteng memang menjanjikan kekhusyukan jika butuh tempat kontemplasi.

Meski begitu, bukan cuma suhu dan kedamaian yang ditawarkan Ruteng. Dengan lanskap yang dikelilingi gunung dan bukit, kota ini juga sangat indah untuk dinikmati. Penggemar fotografi  alam pasti akan senang dengan alam Ruteng. Bermandikan matahari, tetapi suhunya membuat sinarnya tak terasa panas sama sekali. Meski di jam tertentu, terik juga terasa, dalam beberapa jam suhu cepat berganti menjadi sejuk.

Spot Foto Instagramable
Alam Ruteng memang menjanjikan untuk direkam dalam fotografi. Di zaman “serba Instagram” seperti sekarang ini, banyak sekali spot Instagramable yang bisa jadi koleksi foto. Dari atas bukit terhampar pepohonan dan sawah dengan background langit biru. Semua pasti akan tergoda untuk mengabadikan lukisan ilahi ini. Dan yang pasti kita akan tergoda untuk selfie.

Saya sempat mengunjungi sebuah bukti yang letaknya tak jauh dari Bandara Ruteng.  Memutari wilayah bandara, saya dan rombingan dibawa melewati jalan pintas yang nampaknya memang sudah jadi “makanan” para supir yang mengantar para turis lokal ke sana.

Dan terbukti, tempat yang ditunjukkan memang luar biasa. Hamparan pemandangan landscape Ruteng bikin saya dan teman-teman kompak mengeluarkan semua ponsel berkamera untuk segera merekamnya. Selfie? Pasti. Kapan lagi dapat foto dengan background sekeren ini? Dan Ruteng menjanjikan pemandangan yang sangat layak untuk diabadikan.