Mie Tradisional Singkawang Bikin Lidah Bergoyang

Mie tradisional ini disajikan dengan taburan toge yang melimpah, ditambah dengan perasan jeruk kunci. Disajikan dalam kondisi panas, semakin menggugah selera siapa pun yang mencium baunya.

Mie tradisional Singkawang memang menggoda siapapun yang melihatnya, apalagi jika mencium aromanya. Dimasak di depan para pembelinya, menjadikan mie tradisional ini dijamin kebersihan juga kehalalannya. Walaupun kota Singkawang terkenal dengan warga Tionghoa, serta budaya dan kuliner khasnya, akan tetapi makanan halal banyak juga. Kuliner yang wajib dicoba saat berada di kota Singkawang.

Mie yang menjadi kuliner khas kota Singkawang ini memiliki bentuk yang berbeda dengan mie pada umumnya. Tekstur mie yang tidak terlalu tipis, berwarna kuning, dan disebut Mie Tiaw. Mie tradisional ini disajikan dengan taburan toge yang melimpah, ditambah dengan perasan jeruk kunci. Disajikan dalam kondisi panas, semakin menggugah selera siapa pun yang mencium baunya.

Mie khas kota Singkawang ini telah ada sejak lama, penjualnya pun merupakan generasi turun temurun. Kita akan menemukan kesamaan rasa karena merupakan kuliner warisan yang terus dijaga keaslian rasanya. Kini mie tradisional ini dipadukan dengan berbagai bahan lainnya, akan tetapi tetap mempertahankan bumbu dasar. Sobat Pesona tak akan merasa puas hanya dengan sekali mencicipinya, rasanya yang khas membuat ketagihan.

Mie yang dari awal pembuatannya telah unik hingga cara memasaknya pun tetap menggunakan cara lama. Mie tradisional ini bahkan mendapat sebutan sebagai mie panjang umur, karena dibuat cukup panjang. Mie ini dibiarkan panjang dan tidak dilakukan pemotongan seperti mie lainnya. Bahkan kita akan merasa melihat barisan kain yang menggantung, saat berada di tempat produksi mie ini. Ukurannya yang panjang mengharuskan menggantungnya, sehingga menambah keunikan mie tradisional ini.


Foto: Jaka Thariq