Cerita di Balik Nama Tanjung Lesung

Cerita ini terus berkembang di kalangan masyarakat yang menceritakan bahwa Sri Poh Haci merupakan gadis yang sangat pandai dan mahir bermain langsung, sehingga menjadi pemimpin gadis di kampungnya.

Banten memiliki sejumlah destinasi wisata yang menarik, salah satunya adalah Tanjung Lesung. sebuah kawasan yang selalu menjadi tujuan wisata yang sangat populer di Kota Pandeglang. Tempat ini adalah kawasan wisata yang merupakan sebuah daratan berbentuk lesung mencolok ke laut dengan luas sekitar 1.500 Ha.

Wisata Tanjung Lesung memiliki pemandangan indah dan eksotis berupa hamparan pasir putih bersih dengan birunya air. Sedangkan di sisi Utara tanjung dan laguna berkedalaman sekitar 5 meter terdapat hamparan kebun yang tidak begitu curam. Tanjung Lesung juga tidak memiliki ombak yang besar dan dan relatif tenang sehingga tidak mengkhawatirkan.


Sejarah Tanjung Lesung
Konon, sejarah dari tempat wisata bernama Tanjung Lesung ini, karena pada saat itu terdapat sebuah kampung yang bernama Kampung Lesung. Nama ini diciptakan untuk mengenang gadis bernama Sri Poh Haci. Ia memiliki keahlian dalam bermain lesung dan ngagondang.

Cerita ini terus berkembang di kalangan masyarakat yang menceritakan bahwa Sri Poh Haci merupakan gadis yang sangat pandai dan mahir bermain langsung, sehingga menjadi pemimpin gadis di kampungnya.

Suatu hari ia bertemu dengan Raden Budog yang merupakan seorang pengembara dari pesisir selatan Pulau Jawa. Begitupun sebaliknya, Raden Budog jatuh cinta juga kepada kecantikan dan kemahiran Sri Poh Haci dalam memainkan lesung.

Setelah keduanya mengetahui perasaan masing-masing, mereka pun menikah. Raden Budog sangat senang mendengarkan alunan irama lesung yang dimainkan oleh Sri Poh Haci. Akhirnya ia juga belajar memainkan lesung hingga lupa waktu. Karena sifat Raden Budog yang keras kepala dan terus bermain lesung, ia pun lupa dengan adat daerah setempat yang melarang bermain lesung di hari Jum'at.

Pasalnya, menurut keyakinan masyarakat setempat hari Jum'at merupakan hari keramat untuk bermain lesung. Namun pada saat itu, Raden Budog melanggar tantangan tersebut sehingga mendapatkan akibatnya. Raden Budog berubah menjadi seekor lutung sedangkan Sri Poh Haci pergi dari kampung halamannya dikarenakan merasa malu.

Dari situlah kampung yang terletak di sebuah Tanjung dan menjadi tempat tinggal Sri Poh Haci pada waktu itu dinamakan Tanjung Lesung.


Foto : Jaka Thariq