Mengenal Rumah Bari, Rumah Berusia 239 Tahun

Rumah Bari tergolong rumah yang mahal sehingga hanya orang tertentu yang mampu membangun rumah ini.

Rumah Bari adalah rumah tradisional daerah Palembang. Jika diartikan ke dalam bahasa Palembang, kata ini bermakna rumah kuno. Rumah khas kota empek empek ini dibangun pertama kali oleh Massagus Haji Nanag pada tahun 1778. Walaupun sudah berumur 239 tahun, rumah ini masih terjaga dengan baik dan sebagian besarnya masih asli.

Rumah ini dibangun menggunakan kayu berkualitas seperti kayu Unglen, Petanang, Tembesu, dan lainnya. Karena wilayah Palembang sebagian berawa jika musim hujan tiba, banyak tanah yang tergenang air. Karena itu masyarakat Palembang mencari solusi agar air tidak masuk ke rumah dan akhirnya rumah tradisional Palembang dibuat menjadi rumah panggung.

Rumah ini juga dikenal dengan sebutan Rumah Limas karena atapnya berbentuk limas. Rumah Limas memiliki tiga ruang utama, yakni depan, tengah, dan belakang.

Ruang depan disebut juga dengan bengkilas. Di ruangan ini terdapat 4 lantai. Lantai yang bertingkat ini berfungsi sebagai tempat duduk para tamu. Dan uniknya setiap tingkatan lantainya menunjukkan derajat tamu tersebut. Di ruangan ini juga biasa dipakai untuk hajatan  dilengkapi dua lemari besar yang menempel di dinding. Lemari ini berfungsi sebagai tempat menyimpan pajangan barang-barang berharga. Karena ruang depan ini lapang dan bertingkat maka biasa dipakai juga sebagai tempat pelaminan pengantin.

Ruang tengah berfungsi sebagai ruang keluarga. Namun ruang ini jika ada acara pernikahan juga bisa menjadi tempat pelaminan. Di sinilah terletak panggung di antara ruang depan dan ruang tengah. Panggung ini digunakan sebagai tempat duduk pengantin dalam acara pernikahan. Pada bagian rumah paling belakang terdapat dapur.

Jumlah Rumah Bari di Palembang sudah tidak sebanyak dulu. Salah satunya yang berada di Jalan Temon, Sekanak, 27 Ilir. Rumah Bari tergolong rumah yang mahal sehingga hanya orang tertentu yang mampu membangun rumah ini.


Foto: Jaka Thariq