Berburu Tetesan Air Awet Muda di Gua Gelatik

Gua Gelatik memiliki stalaktit dan stalakmit yang masih aktif. Konon, tetesan air dari stalaktit akan membuat wajah seseorang menjadi awet muda ketika digunakan untuk membasuh muka. Namun ingat ya, Sobat Pesona tidak diperkenankan untuk menyentuh tetesan air di ujung stalaktit dan stalakmit yang masih aktif.

Goa Gelatik adalah satu dari ratusan gua yang terdapat di Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta tepatnya di desa Bejiharjo, kecamatan Karangmojo. Gunung Kidul merupakan wilayah yang terkenal dengan keindahan pantainya, berderet terhampar luas di pesisir Samudra Indonesia.

Selain pantai, wisata gua juga menjadi andalan destinasi wisata Gunung Kidul. Terdapat sekitar 60 gua wisata di Gunung Kidul, seperti Gua Jomblang yang telah sangat kondang. Tapi tak hanya itu, Gua Gelatik juga memberikan sensasi yang tak kalah seru, dan lebih mudah diakses. Gua ini letaknya dekat dengan Gua Pindul yang terkenal sebagai tempat susur gua dan cave tubing dengan pemandangan sangat menarik.


Stalaktit dan Stalakmit Aktif
Supardi, sesepuh di desa Bejiharjo, menjelaskan bahwa dahulu ada cerita yang beredar di masyarakat bahwa terdapat gua di sekitar desa mereka. Perlu waktu sekitar 4-5 bulan hingga akhirnya gua tersebut ditemukan. Pemilihan Gelatik sebagai nama goa diceritakan Supardi karena jaman dahulu sekitar goa tersebut merupakan habitat bagi burung gelatik.

Gua yang ditemukan oleh warga pada tahun 2014 ini ternyata memiliki banyak keunikan. Setelah berhasil menyusurinya, warga menemukan bahwa gua ini memiliki banyak lorong. Terhitung ada tujuh lorong di dalam gua, sehingga muncul nama Gua Gelatik Lorong Pitu.

Berbeda dengan gua Pindul dimana gua tersebut merupakan aliran sungai sehingga dapat dilakukan wisata cave tubing dan merupakan goa kering. Gua Gelatik memiliki stalaktit dan stalakmit yang masih aktif. Tetes-tetes air yang jatuh dari bagian atas membentuk stalaktit dan stalakmit yang memesona. Selain itu terdapat juga stalaktit dan stalakmit yang sudah mati namun akan tetap berkilau saat terkena sorotan cahaya.

Konon, tetesan air dari stalaktit akan membuat wajah seseorang menjadi awet muda ketika digunakan untuk membasuh muka. Namun ingat ya, Sobat Pesona tidak diperkenankan untuk menyentuh tetesan air di ujung stalaktit dan stalakmit yang masih aktif. Karena akan mengganggu pembentukan ornamen yang perlu waktu ratusan tahun tersebut. Jika pengunjung ingin membasuh muka dengan tetesan air, harus menunggu hingga air jatuh dengan sendirinya.

Gua Gelatik memiliki panjang sekitar 400 meter. Pengunjung wajib didampingi oleh pemandu dan menggunakan perlengkapan keselamatan yang telah disediakan. Peralatan yang wajib digunakan oleh pengunjung antara lain adalah senter dan helm. Pengelola juga menyediakan tabung oksigen untuk dibawa saat susur gua sebagai antisipasi karena kadar oksigen yang semakin tipis di dalam gua.

Medan yang gelap dan licin serta banyaknya lorong membuat pengelola mewajibkan pengunjung untuk didampingi pemandu saat melakukan wisata susur gua. Pengunjung juga sebaiknya mengukur kemampuan fisiknya sebelum memasuki gua ini. Gua Gelatik bisa dicapai dari kota Yogyakarta menuju ke Wonosari, selanjutnya ke Karangmojo.


Foto: Jaka Thariq