Espresso Tikungan Apok Takengon

Jangan sampai salah nikung atau terlambat ngerem. Menikmati espresso dari warung kopi di Gayo Highland ini sungguh menyegarkan mata dan otak.

Ini salah cara paling nikmat menikmati kopi di Gayo Highland, Aceh. Seruput kopi terbaik sambil memandang Gunung Burni Telong. Sekitar 10 km menjelang Kota Takengon dari arah Bireun, ada sebuah tikungan tajam, bernama tikungan Apok. Di sebelah kiri jalan ada sebuah minibus dengan kap terbuka dan tampak mesin espresso dibelakangnya.


Hanya Arabika Gayo
Minibus itu adalah Wijaya Coffee, milik Bang Wijaya, Pengusaha jok yang dalam tiga tahun terakhir ini melebarkan sayap bisnis nya ke dunia kopi. Alfian, barisa ‘mobil kopi’ ini menyebut konsep minibus coffee ini ‘espresso stop and go’. Ia bermaksud memikat penikmat kopi untuk berhenti beberapa saat, menyeruput kuliner khas Aceh, kopi Arabika Gayo lalu melanjutkan perjalanan lagi.

Tapi, yang ingin berlama-lama menikmati kelezatan kopi dan keindahan dataran tinggi Aceh Tengah ini juga bisa terpenuhi. Menyesap kopi panas, sambil melamun memandangi lembah Bergendaal yang legendaris itu.

Dalam sehari, Wijaya Coffee biasanya menyuguhkan 20 sampai 30 cangkir kopi. Ketika sedang berlangsungnya perhelatan event, apalagi yang cukup besar seperti GAMIFEST (Gayo Alas Mountain International Festival), omsetnya bisa melejit menjadi 50 cup/hari.

Seperti pada umumnya coffee shop yang ada di dataran tinggi Gayo, Wijaya Coffee hanya menggunakan biji arabika. Di suguhkan dalam berbagai jenis sajian seperti espresso, latte, black, sanger (kopi susu) dan lain sebagainya.

Apabila kebetulan Sobat Pesona sedang melintasi jalur Bireun-Takengon, silahkan berhenti sekejap untuk mencoba. Jangan sampai terlewatkan ya...

Foto : Chalid Nasution