Gua Lalay, Keindahan Tersembunyi di Banten

Hingga kini belum ada ilmuwan ataupun penjelajah yang mengungkap apa yang ada di dalam gua. Kedalaman gua Lalay diperkirakan sekitar 1.000 meter, namun pengunjung hanya diizinkan memasuki gua hingga kedalaman 200–400 meter.

Gua Lalay merupakan salah satu destinasi wisata yang ada di provinsi Banten. Gua yang terletak di dusun Cipanas, desa Sawarna, kecamatan Bayah, kabupaten Lebak ini belum banyak dikenal. Wisata gua merupakan salah satu pilihan wisata yang ada di Banten selain wisata pantai, curug, kuliner, dan juga wisata religi.

Gua Lalay merupakan gua alami yang belum diketahui dengan pasti sejarahnya. Diperkirakan gua terbentuk sejak ratusan tahun yang silam. Hingga kini belum ada ilmuwan ataupun penjelajah yang mengungkap apa yang ada di dalam gua. Kedalaman gua Lalay diperkirakan sekitar 1.000 meter, namun pengunjung hanya diizinkan memasuki gua hingga kedalaman 200 - 400 meter.


Keunikan Gua Lalay
Nama Lalay sebagai nama gua erat kaitannya dengan kondisi gua. Lalay dalam bahasa sunda berarti kelelawar. Di dalam gua dahulu kala merupakan habitat kelelawar. Koloni kelelawar yang jumlahnya sangat banyak tinggal di dalam gua. Saat ini sudah semakin sedikit kelelawar yang ada di dalam gua sehingga penjunjung tidak dapat menyaksikan koloni-koloni kelelawar.

Gua yang masih sangat alami ini memiliki keunikan dibanding gua pada umumnya. Seluruh permukaan bawah gua tertutup oleh air. Ketinggian air mencapai betis orang dewasa. Air di dalam gua ini berasal dari mata air di dalam gua ataupun rembesan air dari sela-sela bebatuan gua. Air yang ada di dalam gua tidak pernah kering dan mampu mengairi sawah-sawah yang ada di sekitarnya.

Tetes-tetes air di dalam gua Lalay, membentuk stalaktit-stalaktit yang sangat indah. Wisatawan yang masuk ke dalam gua akan dimanjakan dengan keindahan stalaktit dan stalakmit yang ada di dalamnya. Belum adanya penerangan di dalam gua membuat pengunjung harus membawa alat penerangan sendiri untuk bisa masuk ke dalam area gua Lalay.

Keunikan lain dari gua Lalay terletak pada proses perjalanan untuk mencapai lokasinya. Jangan dibayangkan para kita akan melewati jalan raya datar beraspal halus hingga sampai di lokasi gua. Jalanan terjal melewati persawahan, pinggiran sungai hingga jembatan gantung merupakan medan yang wajib dilalui dengan berjalan kaki.

Untuk mencapai Gua Lalay dari Jakarta bisa ditempuh melewati dua rute yang berbeda. Rute yang pertama adalah dari Jakarta menuju ke Tangerang kemudian Rangkasbitung, untuk selanjutnya menuju ke Bayah. Melalui rute ini, perlu waktu sekitar lima jam perjalanan untuk sampai di lokasi gua.

Rute kedua adalah lewat Pelabuhan Ratu yang dilanjutkan menuju ke Bayah. Jika memilih rute ini, perlu waktu sekitar 7-8 jam perjalanan dari Jakarta untuk mencapai lokasi Gua.


Foto: Jaka Thariq