Gili Meno, Spot Bounty Wreck yang Seru

Walaupun terbilang Gili terkecil dibanding Gili Trawangan dan Gili Air, tapi Gili Meno punya spot bounty wreck yang seru. Kita bisa melihat langsung bangkai kapal yang sudah menjadi habitat banyak biota laut di dalamnya.

Saat mengunjungi Lombok, Nusa Tenggara Barat, aktivitas yang digemari oleh kebanyakan wisatawan adalah menjelajahi berbagi Gili (pulau kecil) yang ada di sana. Lombok memang memiliki banyak sekali Gili yang bernuansa eksotis. Jumlahnya mencapai sekitar 43 Gili. Nah, kalau Sobat Pesona ingin menikmati pulau kecil yang tenang dengan banyak hal menarik, maka cobalah mengunjungi Gili Meno.

Gili Meno merupakan salah satu pulau kecil dalam deretan 3 Gili yang tersohor di Lombok. Dua gili lainnya adalah Gili Trawangan dan Gili Air. Dibandingkan dengan dua gili tersebut, Gili Meno ukurannya yang paling kecil. Namun, Gili Meno menawarkan suasana yang jauh lebih tenang. Banyak wisatawan datang ke Gili Meno untuk mencari liburan dengan suasana romantis, santai, dan jauh dari keramaian.

Daya tarik lain dari Gili Meno adalah pantai yang mengelilingi pulau kecil ini. Pasirnya putih bersih, begitu juga dengan air lautnya yang jernih. Sekedar berjalan di sepanjang garis pantainya saja sudah memberikan kesan yang hangat.


Bounty Wreck
Bawah laut Gili Meno juga patut kita eksplor, karena terdapat beragam biota laut yang masih sangat alami. Aneka ikan warna-warni, penyu, sampai karang biru nan cantik juga ada di sana. Kalau ingin menikmatinya, kita tinggal memilih aktivitas berenang, snorkeling, diving, padding, atau menaik glass bottom boat. 

Bagi penyuka aktivitas diving, jangan sampai kelewatan menyambangi titik penyelaman yang satu ini. Bounty Wreck berada di tenggara Gili Meno. Di titik ini, kita bisa menemukan bangkai tongkang sepanjang 30 meter yang tenggelam ke dasar perairan. Kedalamannya mencapai 13-17 meter dari permukaan laut.

Di Bounty Wreck ini ada banyak tumbuh karang lunak maupun karang keras. Ikan-ikan seperti scorpionfish, clownfish, angelfish, hingga juvenile batfish akan berenang menemani kita saat meyelam di sekitaran bangkai tongkang ini.


Danau Air Asin dan Hutan Bakau
Di bagian barat Gili Meno, kita bisa menemukan danau air asin. Ya, danau ini memang tak seperti danau pada umumnya yang berair tawar. Danau air asin ini ada juga yang menyebutnya dengan danau garam. Pada musim kemarau, biasanya di bagian danau yang mengering dijadikan tambak garam oleh penduduk setempat.

Tak hanya keunikan airnya saja, danau ini juga menawarkan panorama Matahari terbenam yang mempesona. Danau air asin menjadi salah satu titik terbaik untuk menikmati Matahari terbenam di Gili Meno. Wisatawan yang datang bisa duduk di gazebo yang tersedia sembari menikmati suasana sore di danau air asin. Di sekitar danau, hijaunya pemandangan pohon bakau menambah nuansa alami yang menyegarkan mata. 


Gili Meno Bird Park
Di kawasan hutan bakau tersebut, kita bisa menemukan banyak jenis burung yang terbang bebas. Kicauan burung-burung tersebut menjadi ‘musik’ yang indah di telinga sembari bersantai di pinggiran danau. Namun jika belum puas, kita bisa datang ke Gili Meno Bird Park yang ada di Bird Park Homestay.

Bird Park ini letaknya tak terlalu jauh dari danau air asin, hanya sekitar 100 meter. Di Bird Park ini kita bisa berinteraksi dan memberi makan burung beragam jenis spesies burung tropis. Misalnya, burung beo electus, macaw merah, burung Nuri, flamingo, merpati nircobar, burung merak, elang, hingga liontin pelangi. Selain burung, hewan lainnya juga beragam seperti komodo, rusa, dan buaya air asin. Semua fasilitas dan hewan yang ada di Gili Meno Bird Park ini terawat dengan baik sehingga menyenangkan untuk dikunjungi.

Tertarik berkunjung ke Gili Meno? Kita bisa berangkat dari Pelabuhan Bangsal di Lombok atau menumpang kapal dari Gili Trawangan.