Fakta-Fakta Menarik Bukit Kelam Kalimantan Barat

Meski terlihat seperti gunung atau bukit, sesungguhnya Bukit Kelam merupakan sebuah bongkahan batu. Iya, sebuah batu dengan ukuran raksasa. Sampai saat ini, belum pernah ditemukan batuan monolit yang lebih besar dari Gunung atau Bukit Kelam ini.

Bukit Kelam berjarak kurang lebih 20 km dari kota Sintang atau sekitar 395 km dari kota Pontianak, ibu kota Kalimantan Barat. Gunung atau Bukit Kelam ini membentang dari barat ke timur dengan ketinggian 1.002 mdpl.

Tak hanya unik, objek wisata ini juga memiliki panorama alam yang memesona. Pengunjung yang datang ke tempat ini dapat menyaksikan  pemandangan  air terjun yang sangat indah. Selain itu, terdapat juga  gua alam dengan ribuan kelelawar yang hidup di dalamnya.

Tak hanya itu, ada juga sebuah tebing terjal setinggi kurang lebih 600 meter yang ditumbuhi pepohonan di kaki dan puncaknya. Berikut keunikan lain dari Bukit Kelam yang mungkin belum kamu ketahui:


Batu Terbesar di Dunia
Meski terlihat seperti gunung atau bukit, sesungguhnya Bukit Kelam merupakan sebuah bongkahan batu. Iya, sebuah batu dengan ukuran raksasa. Sampai saat ini, belum pernah ditemukan batuan monolit yang lebih besar dari Gunung atau Bukit Kelam ini.


Terdapat Tanaman Paling Langka di Dunia
Ternyata, di Bukit Kelam terdapat beberapa spesies tanaman langka di dunia, yaitu kantong semar (Nepenthes clipeata) dan anggrek hitam (Coelogyne pandurata). Sayangnya, keberadaan dua spesies langka ini semakin sedikit, bahkan terancam punah sehingga kini menjadi tanaman yang dilindungi.


Terdapat  Satwa Langka
Selain tanaman, di sini juga hidup beberapa satwa langka, seperti aneka jenis burung langka, armadillo, dan beruang madu.


Pendaki Pertama Bukit Kelam
Tahukah Kamu, orang yang pertama mendaki  Bukit Kelam adalah dua orang ilmuwan yang berasal dari Eropa, yaitu Dr. Gurtler dan Gottfried Hallier yang mendaki bukit ini pada abad ke 19.


Kurang Perhatian
Fakta terakhir ini seharusnya menjadi perhatian semua pihak. Ternyata, dengan segala kelebihan dan keunikannya, bukit ini justru mengalami nasib sebagaimana namanya; Kelam. Kurangnya perhatian dari pihak pemerintah membuat tempat ini kurang terawat dan terkembang.


Foto: Joko Thariq