Taman Nasional Baluran, Bak Sabana Afrika-nya Pulau Jawa

Mungkin karena karakteristik vegetasi dan alamnya, maka Taman Nasional Baluran juga kerap disebut sebagai Africa van Java. Saya sendiri belum pernah ke benua Afrika, tapi dari dokumentasi yang pernah saya lihat, agaknya tidak berlebihan bila Baluran disebut sebagai “Afrika-nya Pulau Jawa”.

Setelah selama ini hanya menyaksikan melalui karya foto dan video kawan-kawan saya dan juga yang beredar di internet atau media lainnya, akhirnya saya kesampaian juga untuk bisa berkunjung ke Taman Nasional Baluran yang terletak di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Bersama dengan seorang rekan, saya mengunjungi Taman Nasional Baluran selama 4 hari.

Rute menuju ke Taman Nasional Baluran relatif mudah. Sobat Pesona bisa menggunakan jalur udara melalui Banyuwangi. Dari Banyuwangi, lantas kami melanjutkan perjalanan menuju Baluran dengan menggunakan jalur darat. Jarak tempuh dari Banyuwangi ke Taman Nasional Baluran kurang lebih sekitar 1 jam dan 39 menit. Dan selama di Taman Nasional Baluran, kami ditemani oleh Heru Fitrayadi yang sehari-hari bekerja sebagai petani mandiri di desanya yang berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Baluran.

Mungkin karena karakteristik vegetasi dan alamnya, maka Taman Nasional Baluran juga kerap disebut sebagai Africa van Java. Saya sendiri belum pernah ke benua Afrika, tapi dari dokumentasi yang pernah saya lihat, agaknya tidak berlebihan bila Baluran disebut sebagai “Afrika-nya Pulau Jawa”.

Vegetasi atau jenis tanaman yang terdapat di Taman Nasional Baluran terdiri dari tipe vegetasi sabana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun. Tipe vegetasi sabana mendominasi kawasan Taman Nasional Baluran yakni sekitar 40 persen dari total luas lahan.

Sabana Bekol yang amat luas sekan menyambut kami ketika tiba di Baluran. Pemandangan itu disertai dengan sinar Matahari yang amat sangat terik. Namun di situlah letak keunikan Taman Nasional Baluran.

Seperti halnya di Afrika, di Taman Nasional Baluran, anda bisa menyaksikan beragam hewan yang bebas berkeliaran dan liar, seperti kerbau, rusa Jawa, monyet, lutung, burung merak, burung enggang, dan beragam jenis hewan-hewan lainnya.

Kami beruntung karena bisa diperkenankan untuk mengikuti para Polisi Hutan/Ranger yang melakukan patroli rutin mereka. Dan pada kesempatan itulah, kami berkesempatan untuk berkunjung ke kawasan Pantai Tebing Balanan.

Kawasan Pantai Balanan memiliki pasir putih serta memiliki air yang sangat jernih. Air laut dari kejauhan akan tampak berwarna biru, namun ketika air sampai pada kaki maka akan terlihat sangat jernih dan bersih. Di lokasi ini terdapat kawasan padang sabana yang tidak terlampau luas. Dan ketika menyusuri sabana maka kita seakan disambut oleh biru jernih serta bersihnya air laut Pantai Balanan.

Balanan juga memiliki ekosistem mangrove. Kawasan mangrove di sini memiliki keunikan tersendiri, yaitu adanya salah satu spesies mangrove yang bernilai jual jutaan rupiah yang oleh penduduk sekitar disebut Sentigi.  Sentigi yang ditebang lazimnya digunakan sebagai salah satu bahan pembuatan keris sebagai tanaman bonsai.