Anak-Anak Pun Bahagia di Art Jakarta

Kendati merupakan sebuah pasar seni, Art Jakarta tak hanya berfokus pada persoalan penjualan. Pendidikan dan sosialisasi seni rupa bagi anak-anak dan remaja pun diberi perhatian besar. Art Jakarta Play hadirkan berbaai aktivitas seni untuk anak-anak, dari kelas menggambar batu hingga menenun.

Wajah cantik Jizzy Pearl Bastian (6) terlihat lelah. Kepalanya rebah di bahu ibunya, Marsha Timothy. Tapi ia sontak tegak dan matanya berbinar bintang manakala Marsha menceritakan bahwa Jizzy baru saja usai mengikuti workshop seni untuk anak-anak dari Eko Nugroho Art Class yang diselenggarakan UOB Indonesia sebagai bagian dari program Art Jakarta Play. “Aku tadi menggambar batu,” kata Jizzy bersemangat, dengan suara kanak-kanaknya yang murni. Ia mengangguk antusias ketika ditanya, apakah akan kembali menggambari lebih banyak batu di rumah, dengan “ilmu” yang baru saja ia peroleh.  

Art Jakarta Play, merupakan program yang memayungi rangkaian aktivasi yang dirancang bagi anak-anak dan remaja. Lokakarya dan program edukasi seni rupa bagi anak-anak dan remaja, menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian serius dari penyelenggara Art Jakarta 2019.

“Fakta bahwa ada banyak pengunjung sebuah art fair yang datang membawa putra putri mereka dari berbagai jenjang usia, membuat kami memutuskan membuat program Art Jakarta Play yang memungkinkan anak-anak dan remaja bisa menghabiskan waktu dengan nyaman sambil melakukan berbagai aktivitas kreatif sementara orang tua mereka melihat-lihat pameran,” Tom Tandio, Direktur Art Jakarta menjelaskan.


Kelas Menggambar Batu Hingga Menenun
Berbagai program yang diketengahkan dalam program ini, mendapat sambutan antusias dari para pengunjung yang segera mendaftarkan putra-putri mereka ke dalam berbagai kelas yang ditawarkan dalam Art Jakarta Play. UOB Indonesia yang bekerjasama dengan Eko Nugroho Art Class, menghadirkan beberapa kelas untuk anak dan remaja di antaranya, Kelas Menggambar Batu, Kelas Menggambar Topeng, Kelas Membuat shibori dan Kelas Menenun Tas.

HEI Schools Jakarta menghadirkan beberapa sesi aktivitas membuat kolase dan tur pameran bagi para peserta ciliknya, sementara minuman isotonik Oronamin C menghadirkan Kelas Manipulasi Digital Bersama Agan Harahap, semorang seniman kontemporer yang dikenal karena manipulasi digital terhadap karya-karya fotonya.     

“Wah, bagus sekali ya ada program untuk anak-anak seperti ini. Jadi anak-anak juga bisa asyik dan punya aktivitas sendiri, jadi nggak rewel kelelahan ikut orang tuanya keliling pameran,” seorang pengunjung menukas saat melihat serombongan anak-anak berusia Taman Kanak-Kanak keluar dari area pameran sambil mengenakan rompi berwarna cerah yang disediakan bagi peserta tur pameran HEI Schools.

Program Jakarta Art Play ini juga membuat banyak pengunjung menyebut Art Jakarta sebagai art fair ramah anak. “Kami senang dengan sambutan yang baik terhadap program-program Art Jakarta Play ini,” kata Tom Tandio yang mengaku senang mendengar julukan “art fair ramah anak” dari berbagai pihak dan menerimanya sebagai sebuah apresiasi yang membuat pihaknya akan terus mengupayakan berbagai program yang baik bagi anak-anak dan remaja di Art Jakarta berikutnya.


Foto : Indah Ariani