Rumah Adat di Kampung Tarung, Bermacam Nama dan Fungsi

Kampung Adat Tarung hanya dihuni oleh 400 keluarga yang terdiri dari 3 hingga 4 empat keluarha untuk setiap uma. Selain tempat tinggal, uma di Kampung Adat Tarung juga memiliki berbagai fungsi dan menyimpan benda-benda peninggalan nenek moyang.

Kampung Adat Tarung memiliki rumah adat yang jumlahnya tidak banyak, sekitar 102 rumah panggung. Kampung Adat Tarung ini juga hanya dihuni oleh 400 keluarga yang juga masih tergolong kerabat dekat. Rumah yang terdapat di Kampung Adat Tarung juga hanya berukuran sekitar 15  x 15 meter dan dihuni 3-4 keluarga untuk satu rumah. Keunikan ini menjadikan Kampung Adat Tarung layak dijadikan tempat untuk wisata budaya.

Bentuk rumah yang terdapat di Kampung Adat Tarung yaitu adat Sumba atau uma (rumah) berbentuk bangunan adat dengan arsitektur vernacular pencakar langit. Strukturnya segi empat lalu dibangun di atas panggung yang ditopang berbagai tonggak kayu. Uma menggunakan kerangka utama tiang lurus sebanyak empat batang. Ada 36 batang tiang atau kambaniru yang berupa struktur portal. Sambungan pen menggunakan kayu mosa, kayu delomera, ataupun kayu masela.

Ada terdapat 3 bagian utama uma, yaitu bagian atap rumah (toko uma), ruang hunian (bei uma) dan bawah rumah (kali kabunga). Bagian atap rumah berbentuk kerucut seperti menara. Biasa bagian ini digunakan untuk menyimpan benda-benda pusaka. Terkadang juga di sana digunakan untuk menyimpan hasil panen.

Ruang hunian (bei uma) merupakan bagian yang tidak menyentuh tanah. Pada ruang bagian dalam dibedakan atas ruang akses untuk pria dan wanita. Ruang hunian berlantai bambu dan digunakan untuk tempat bermusyawah yang berupa beranda luas (bangga). Dan  bagian terakhir adalah bawah rumah (kali kabunga). Bagian ini menjadi kandang ternak, seperti kambing, babi, atau bahkan kuda dan juga kerbau.

Selain bagian dari struktur bangunan uma sebagai tempat tinggal, ada juga bangunan adat dengan peruntukan khusus. Bangunan rumah tinggi bertingkat tempat untuk memelihara ternak kuda dan babinya di kolong rumah (uma jangga). Bangunan rumah keramat sebagai pemujaan Marapu atau roh leluhur yang tidak dipergunakan sebagai tempat tinggal (uma ndewa).  Serta ada juga rumah besar tempat bermusyawarah adat (uma bukolu).

Di Kampung Adat Tarung ini juga terdapat beberapa rumah adat utama. Isi rumah adat di desa Tarung dan fungsinya masing-masing, mulai dari yaitu Uma Rato sebagai Ina Ama dan juga sebagai penunggu kedatangan Uma Tuba. Uma Mawinne (untuk menentukan bulan suci), Uma Wara (menyimpan tombak), Uma Dara (penyimpanan kuda adat), Uma Marapu (ritual Podu) dan lainnya.  Setiap rumah adat atau panggung ini menyimpan berbagai macam benda serta memiliki fungsi dan kegunaan masing-masing.


Foto: Jaka Thariq