3 Varian Soto Banjar Khas Kalimantan yang Nikmat

Soto Banjar klasik memiliki cita rasa yang mengundang selera dengan beragam variasi lauk yang terlihat dicampur-campur, seperti perkedel, suwiran ayam kampung, lontong sayur, dan mie soun.

Sajian kuliner berkuah akan selalu menjadi primadona bagi para pecintanya. Di Indonesia, salah satu makanan berkuah yang paling digemari adalah soto. Setiap daerah memiliki resep maupun penyajian khas yang menjadi ciri khas hidangan itu sendiri, seperti halnya pada Soto Banjar.

Bagi Sobat Pesona yang sedang berada di Kalimantan Selatan, tentu saja rasanya ada yang kurang jika melewatkan kuliner Soto Banjar. Soto dari Tanah Seribu Sungai ini memang terkenal enak dan menjadi incaran bagi para wisatawan. Namun, apakah kamu tahu bahwa soto banjar memiliki empat macam varian dengan citarasa dan tampilan yang berbeda?


Soto Kuliner Banjar Klasik
Soto Banjar klasik memiliki cita rasa yang mengundang selera dengan beragam variasi lauk yang terlihat dicampur-campur, seperti perkedel, suwiran ayam kampung, lontong sayur, dan mie soun. Tidak hanya itu, bumbu yang dipakai pun turut mempertegas rasa yaitu daun bawang, kecap asin, bawang goreng dan sambal.


Soto Kuin
Soto Kuin memiliki tampilan yang hampir sama dengan Soto Banjar klasik, hanya saja topping yang menghiasinya sedikit berbeda. Karena awalnya berasal dari kuin, maka dikenal dengan nama soto kuin.

Soto kuin memiliki porsi yang cukup lumayan besar dengan lauknya yang bikin ketagihan. Soto ini biasanya disajikan dengan belahan telur, daging ayam goreng, daun bawang, bawang goreng, dan kerupuk. Selain itu, untuk menambah kenikmatan dan cita rasa fresh soto kemudian ditambahkan perasan jeruk nipis.


Soto Bapukah
Soto Banjar dengan varian yang lebih komplit dengan kuah kental yang memiliki ciri pembeda. Nama Soto Bapukah juga memiliki makna tersendiri, lho. Berdasarkan Kamus Bahasa Banjar, “bapukah” memiliki kata dasar yaitu “pukah” yang disisipi “ba”. Namun, “ba” disini berfungsi sebagai penjelas dengan makna yang sama dengan kata dasar. Kata dasar “pukah” sendiri memiliki arti patah. Mungkin maksudnya adalah menggambarkan masakan yang dipotong-potong secara manual dengan tangan, seperti daging ayam yang masuk dalam sajian soto.

Nah, itulah varian Soto Banjar yang bisa kita cicipi jika berlibur ke daerah Kalimantan.


Foto: Jaka Thariq