Menuju Wae Rebo, Desa Terpencil dan Misterius

Desa Wae Rebo berlokasi di Barat Daya Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara TimurPerlu tenaga ekstra untuk melakukan perjalanan kaki selama kurang lebih 3 sampai dengan 4 jam, menempuh 7 km pendakian. Oleh karena itu, jika ingin ke Wae Rebo, Sobat Pesona harus memiliki fisik yang benar-benar siap.

Perjalanan ke Wae Rebo mungkin bisa jadi perjalanan kami yang tidak terlupakan. Mengapa? Sebab perlu perjuangan untuk bisa mencapai desa terpencil dan misterius di bagian tengah Indonesia ini. Letaknya di ketinggian 1.200 mdpl di atas permukaan laut, membuat desa ini seperti berada di atas awan.

Desa Wae Rebo berlokasi di Barat Daya Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Perlu tenaga ekstra untuk melakukan perjalanan kaki selama kurang lebih 3 sampai dengan 4 jam, menempuh 7 km pendakian. Oleh karena itu, jika ingin ke Wae Rebo, Sobat Pesona harus memiliki fisik yang benar-benar siap.


Rute Perjalanan ke Wae Rebo Lewat Denge
Jika dari luar Pulau NTT, Sobat Pesona harus memulai perjalanan ke Labuan Bajo terlebih dulu.  Dari Labuan Bajo, perjalanan dilanjutkan menuju ke Ruteng. Terdapat beberapa pilihan transportasi untuk sampai ke Ruteng. Sobat Pesona bisa menggunakan jasa travel atau menyewa kendaraan. Perjalanan dari Labuan Bajo ke Ruteng ini memakan waktu sekitar 6 jam perjalanan.

Setelah tiba di Ruteng, perjalanan kemudian dilanjutkan dengan menuju Desa Denge atau Dintor. Ini adalah desa terakhir yang dapat dilewati dengan menggunakan kendaraan. Untuk menuju Denge, Sobat Pesona bisa menggunakan jasa penyewaan ojek atau menumpang truk kayu. Truk kayu biasanya dapat ditemukan di Terminal Mena yang beroperasi dari jam 09.00 sampai 10.00. Menggunakan truk kayu biayanya jauh lebih murah ketimbang ojek, hanya saja angkutan ini tidak setiap hari beroperasi.

Sebelum memasuki wilayah perkampungan Wae Rebo, Sobat Pesona akan terlebih dulu menjumpai Rumah Kasih Ibu. Tempat ini adalah persinggahan pertama sebelum memasuki desa. Kamu harus membunyikan kentongan sebagai penanda bahwa ada tamu yang akan mengunjungi Wae Rebo.

Sobat Pesona harus melewati lebatnya hutan belantara yang lebat untuk bisa sampai di Desa Wae Rebo. Dari sisi pariwisata, akses jalan ke Wae Rebo sudah mulai dikelola dengan baik. Desa ini kini mendapatkan pendampingan dan bimbingan pariwisata Indonesia Ecotourism Network. Tujuannya adalah untuk memajukan desa-desa terpencil yang tadinya kurang diperhatikan menjadi sebuah tempat wisata favorit yang banyak kunjungi orang. Salah satu cara agar tercapainya tujuan itu, maka dibuatlah sebuah rute perjalanan yang memudahkan.

Meski harus menempuh perjalanan jauh, tapi sungguh sepadan dengan apa yang akan Sobat Pesona saksikan. Pemandangan alam yang asri, dan gunung-gunung hijau yang berjejer rapi akan menyambut kamu saat sampai ke tujuan. Ada 7 rumah adat berbentuk kerucut semakin memberi kesan tersendiri bagi setiap pengunjung yang datang ke Desa ini.


Foto: Jaka Thariq