Fakta Menarik Tambang Batu Intan Cempaka di Martapura

Tempat pendulangan tersebut juga menyediakan transaksi jual beli hasil tambang yang diperoleh para penambang dengan harga jauh lebih murah dibandingkan harga pasarannya.

Martapura memang sudah dikenal sebagai daerah yang menghasilkan tambang batu intan terbesar di Indonesia. Banyak para wisatawan mencari beragam perhiasan dengan harga miring di kota ini.

Kota Martapura adalah pusat batu permata yang menjual dan memasarkan batu-batu di seluruh penjuru kota ini mulai dari pertokoan hingga pedagang asongan. Selain itu, tempat pendulangannya kini menjadi destinasi wisata unik bagi para wisatawan yang penasaran dengan proses pendulangan.

Beberapa hal menarik yang perlu kamu tahu tentang tambang batu intan di Kota Martapura, di antara lain:


Sejarah Pendulangan Batu Intan Cempaka
Napak tilas sejarah sangat perlu dilakukan untuk mengetahui asal-muasal wilayah baik perjuangan maupun sisi lain dari suatu tempat di zaman dahulu kala. Nah, tidak ketinggalan pula tempat pendulangan Tambang Batu intan di Kecamatan Cempaka yang memiliki banyak cerita historis.

Apakah kamu mengenal Syekh Salman Al Farisi? Beliau adalah seorang Syekh yang lebih dikenal dengan nama Datu Gadung, keturunan dari Syekh Muhammad Al Arsyad Al Banjari dari garis keturunan sang ibu. Datu Gadung adalah anak dari Qadhi Haji Mahmud dan Asiah. Beliau yang memberikan arahan letak Tambang Batu Intan Cempaka.

Beliau terkenal alim dan memiliki ilmu agama yang sangat mumpuni sehingga pada suatu hari datang seorang pendulang yang ingin ditunjukkan lokasi mendulang intan dengan jumlah yang banyak. Beliau menunjukkan tempat dengan ciri-ciri lokasi yang ditunjukkan. Akhirnya sang pendulang datang ke tempat yang diarahkan dan benar mendapatkan banyak intan. Hingga sampai sekarang tempat mendulang tersebut dijadikan penambangan Intan oleh para pendulang.


Intan Terbaik Muncul di Cempaka
Kecamatan Cempaka Kota Banjar memang menjadi lokasi penambangan Tambang Batu Intan bagi para pendulang tradisional dengan alat lingganan serta jumlah anggota kelompok berkisar 10-15 orang. Di tahun 1965 ditemukan batu intan terbesar di Indonesia bahkan di dunia, yang dikenal dengan nama Trisakti. Nama tersebut adalah pemberian dari Presiden Soekarno. Batu intan Trisakti ini ditemukan dengan berat 166,75 karat dan hitungan berat massa berkisar 33 gram. Kalau dihargai maka intan tersebut bisa mencapai 10 Triliun Rupiah, loh!


Wisata Pendulangan Intan
Kecamatan Cempaka menjadi objek wisata yang wajib untuk dikunjungi saat kamu berada di Kota Martapura. Sobat Pesona bisa berkunjung ke tempat ini untuk ikut terjun langsung belajar cara mendulang intan dan emas dengan menggunakan lingganan, cara penggosokan intan, cara pengolahan hingga pemasarannya. Wah, seru sekali ya sepertinya.


Harga Miring dari Pendulang Langsung
Sobat Pesona bisa mendapatkan keuntungan harga miring ketika berkunjung ke objek wisata Tambang Batu Intan di Sungai Ciung, tepatnya Desa Antaraku, Kecamatan Cempaka di dua titik lokasi yaitu Pumpung dan Ujung Murung. Tempat pendulangan tersebut juga menyediakan transaksi jual beli hasil tambang yang diperoleh para penambang dengan harga jauh lebih murah dibandingkan harga pasarannya.

Bagaimana, kamu tertarik untuk main ke sini?


Foto: Jaka Thariq