Melihat Keindahan Alam dari Atas Jembatan Barito

Sebenarnya jembatan ini bernama asli Jembatan Rumpiang. Hanya saja, karena jembatan ini berada di atas Sungai Barito, masyarakat kemudian lebih sering menyebutnya dengan Jembatan Barito. Jembatan Barito ini diresmikan pada 24 April 1997 dan siap digunakan oleh masyarakat.

Kalimantan Selatan merupakan salah satu provinsi yang ada di Indonesia yang dikenal memiliki banyak sungai. Beberapa sungai-sungai di Kalimantan Selatan cukup besar dan untuk menyeberanginya dibangunlah jembatan. Salah satunya jembatan yang terkenal adalah Jembatan Barito yang  menghubungkan dua kota yaitu wilayah Banjarmasin, Kalimantan Selatan dengan wilayah Kapuas, Kalimantan Tengah. Lebih tepatnya, Jembatan Barito ini menghubungkan wilayah pinggir Barat Sungai Barito, yakni Kecamatan Anjir Muara dengan wilayah tepi Timur Sungai Barito, Kecamatan Alalak, Banjarmasin.

Sebenarnya jembatan ini bernama asli Jembatan Rumpiang. Hanya saja, karena jembatan ini berada di atas Sungai Barito, masyarakat kemudian lebih sering menyebutnya dengan Jembatan Barito. Jembatan Barito ini diresmikan pada 24 April 1997 dan siap digunakan oleh masyarakat.

Jika berkunjung ke Jembatan Barito, Sobat Pesona bisa menikmati beragam keindahan yang ada di sekitaranya. Pada bagian utara Jembatan Barito, Sobat Pesona bisa melihat rumah khas Banjar yang bernama Rumah Bubungan Tinggi. Ada pula lambang daerah yang dihubungkan dengan Jembatan Barito, seperti Banjar, Barito Kuala dan Banjarmasin. Aktivitas di sekitaran sungai, sepert say kapal melintas di bawah jembatan juga menjadi hal yang menarik untuk disaksikan. Tak hanya itu, bagi Anda yang hobi fotografi juga sangat cocok untuk datang ke sini dan mengabadikan pemandangan sungai yang indah.

Selain itu, di bawah Jembatan Barito ini terdapat sebuah pulau kecil bernama Pulau Bakut. Dari situlah terkadang jembatan ini juga sering disebut dengan nama Jembatan Pulau Bakut.

Bagi Sobat Pesona yang ingin berkunjung ke tempat wisata Jembatan Barito ini, tidak akan dikenakan biaya apapun alias gratis. Kita hanya perlu membayar parkir jika menggunakan kendaraan agar bisa turun dan berfoto-foto dengan keindaan alam yang ada di sekitar Jembata Barito.


Foto: Jaka Thariq