Serba-Serbi Candi Kidal, Peninggalan Kerajaan Singhasari di Tumpang

Tidak melulu pantai atau daerah pegunungan saja, Malang juga masih memiliki spot wisata lain yang tidak hanya menyegarkan pikiran tapi juga bisa memberikan ilmu pengetahuan di bidang sejarah, yaitu Candi Kidal.

Malang memang selalu memberikan kesan tersendiri dan pengalaman tak terlupakan bagi siapa saja yang mengunjunginya. Selain memiliki objek wisata yang berkaitan dengan pegunungan dan kuliner yang khas, Malang juga memiliki sejumlah destinasi wisata yang mengandung unsur sejarah yang sangat kental. Salah satu yang tidak boleh dilewati adalah Candi Kidal.

Candi yang terletak di desa Rejokidal, kecamatan Tumpang, sekitar 20 km sebelah timur kota Malang ini menyuguhkan sesuatu yang berbeda dibanding komplek candi lain yang lebih terkenal seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan.

Jika kedua candi yang sudah diakui sebagai objek wisata internasional ini dikelola oleh pemerintah, maka lain halnya dengan Candi Kidal yang masih dikelola secara swadaya oleh masyarakat desa sekitar. Kita tidak akan menemukan loket penjualan tiket atau fasilitas lain yang memadai di komplek candi ini.

Harga tiket masuk Candi Kidal sebenarnya tidak dipatok nominal. Jadi, kita bisa membayar seikhlasnya ke dalam tempat yang sudah disediakan oleh pihak pengelola.

Candi Kidal merupakan salah satu bukti sejarah Kerajaan Singhasari atau yang biasa disebut Singosari. Candi yang dibangun pada tahun 1248 M ini merupakan bentuk penghormatan pada rajanya yang terkenal, Anusapati. Di dalamnya, Sobat Pesona bisa menemukan cerita tentang Garudeya (Garuda), sebuah mitologi Hindu yang berisikan pesan moral tentang pembebasan dari perbudakan.

Sama halnya seperti candi-candi lain yang ada di Indonesia, Candi Kidal juga sudah dipugar pada tahun 1990-an. Jadi bangunan yang saat ini sudah agak berbeda dengan saat pertama candi ditemukan. Dirunut dari usianya, Candi Kidal merupakan candi tertua dari peninggalan candi-candi di Jawa Timur  pada periode abad 5-10 Masehi.

Oh iya, Candi Kidal sendiri merupakan candi Jawa Timuran. Ini terlihat dari bentuk bangunan yang ramping, atapnya yang bertingkat dan mengerucut pada bagian atasnya yang berbentuk kubus. Selain itu, candi Jawa Timuran juga berfungsi sebagai tempat pen-dharma-an atau kuburan raja. Lain halnya dengan candi-candi yang ada di daerah Jawa Tengah yang dibangun untuk memuliakan agama yang dianut raja beserta masyarakatnya.

Secara keseluruhan bangunan Candi Kidal mempunyai ukuran panjang 10,8 meter, lebar 8,36 meter dan tinggi 12,26 meter. Bagian dalam candi terdapat ruangan kosong yang dulunya terdapat arca Dewa Siwa, namun sayangnya, arca setinggi 1,23 meter tersebut diduga sudah pindah ke Royal Tropical Institute, Amsterdam.