Menilik Kerajinan Unik Khas Bulukumba

Siapa yang masih ingat pelajaran sejarah bahwa dua kerajaan Gowa dan Bone di Sulawesi berunding secara damai setelah perang saudara? Nah, di Kabupaten Bulukumba inilah kedua kerajaan ini bertemu.

Peran tempat ini tentunya sangat besar bagi sejarah, tapi kini Bulukumba menjadi destinasi wisata bagi wisatawan lokal maupun asing karena keindahannya. Mulai dari Pantai Tanjung Bira, perkebunan karet, dan pantai bertebing menghiasi Bulukumba.

Jangan pulang dengan tangan kosong saat bertandang ke tempat ini. Salah satu oleh-oleh khas Bulukumba adalah kerajinan kapal pinisi Khas Bulukumba yang bisa dengan mudah kita dapatkan.


Kerajinan kapal pinisi khas Bulukumba untuk dibawa pulang
Ada banyak tempat pembuatan perahu pinisi di Sulawesi Selatan, namun yang paling terkenal adalah Tanah Beru. Sebagai pusat pembuatan lapal pinisi, di Tanah Beru kita bisa melihat perajin kapal membuat miniatur secara langsung. Para perajin dengan teliti merakit kayu pete dan bambu, dipotong kecil-kecil kemudian dibentuk menjadi kapal miniatur. Harga yang dijual pun beragam, mulai dari Rp50.000 sampai Rp300.000, tergantung ukuran perahu.


Simbol nenek moyang kita yang tangguh
Tanah Beru punya julukan “Butta Panrita Lopi” yang artinya tanah para ahli pembuat perahu pinisi. Jadi selain miniatur, di Tanah Beru kita juga bisa langsung melihat proses pembuatan Kapal Pinisi sekaligus ritual-ritual yang dilakukan.

Tidak sembarangan, pembuatan perahu harus memilih hari baik untuk mencari bahan baku, menebang, dan mengolah batang pohon menjadi bahan baku, merakit bahan baku tersebut menjadi perahu dan kemudian meluncurkannya ke laut. Jika kita menginginkan sebuah kapal, silakan pinang dengan harga minimal Rp2 milyar untuk mendapatkannya.

Kapal pinisi adalah sebuah bukti bahwa nenek moyang kita adalah seorang pelaut tangguh yang tak gentar melawan ombak dan dihempas gelombang. Bukan hanya perahu, kapal pinisi juga penuh dengan makna dan upacara adat saat membuatnya. Semakin menarik karena sangat filosofis, bukan? Jangan lupa kunjungi Tanah Beru ini jika singgah ke Sulawesi Selatan.