Kain Tenun Cual, Oleh-oleh Khas Pulau Bangka Belitung

Keindahan dan keeksotisan motif kain tenun cual dapat kamu lihat di Museum Cual Ishadi. Di museum ini, Sobat Pesona bisa melihat berbagai motif kain tenun cual. Bahkan terdapat kain cual kuno yang usianya 200 tahun.

Kain tenun cual bisa menjadi pilihan oleh-oleh sobat pesona saat mengunjungi pulau Bangka Belitung. Awalnya, kain tenun cual hanya dipakai oleh kalangan bangsawan karena harganya yang sangat mahal. Kini, kain cual bisa digunakan semua kalangan, bahkan dijadikan sebagai seragam di sebuah sekolah.

Kain tenun cual pertama kali diperkenalkan oleh kakek buyut pendiri toko kain cual, Ishadi. Mulanya kain ini berkembang di Kota Muntok, sekitar abad ke-17. Oleh karena itu kain cual dulu juga disebut Limar Muntok.

Keindahan dan keeksotisan motif kain tenun cual dapat kamu lihat di Museum Cual Ishadi. Di museum ini, Sobat Pesona bisa melihat berbagai motif kain tenun cual. Bahkan terdapat kain cual kuno yang usianya 200 tahun. Tak hanya melihat pajangan kain cual, kita juga bisa melihat proses pembuatan kain tenun cual ini secara langsung.


Filosofi Motif Kain Tenun Cual
Jenis motif kain cual antara lain susunan corak penuh yang disebut penganten bekecak dan susunan motif ruang kosong disebut jande bekecak. Kain tenun cual dibuat dari berbagai macam bahan, bahkan ada yang menggunakan benang sutera dan benang emas 18 karat. Beberapa motif yang menggunakan konsep tersebut adalah motif Naga bertarung, burung hong, kembang gajah dan bunga cina.

Motif naga bertarung juga mempunyai pesan yang terkandung. Menurut kepercayaan Tiongkok, naga mempunyai kedudukan tinggi sebagai pelindung. Motif naga bertarung mempunyai makna perjuangan hidup manusia untuk saling melindungi sesama manusia.  Naga juga  sebagai simbol keperkasaan dan kegagahan sang pemakai. Sementara itu, motif bebek  mempunyai makna persatuan dan kesatuan. Sedangkan kain cual bermotif bunga menggambarkan keanggunan, kesucian, rezeki, dan kebaikan bagi sang pemakai.

Berbeda lagi dengan motif cual di daerah Belitung Timur, di sana banyak cual dengan motif gelas kopi. Hal itu menggambarkan daerah Manggar yang terkenal dengan minuman kopi sehingga memiliki sebutan “1001 Warung Kopi”. Karena itulah  gelas kopi dijadikan  motif  pada kain tenun cual.

Kain tenun cual memiliki beragam harga. Perbedaan harga tersebut tergantung kerumitan motif, proses pembuatannya dan bahannya. Proses pembuatan kain cual ada yang menggunakan mesin dan ada pula yang dibuat secara manual dan membutuhkan waktu yang lama. Harga kain cual tergantung kualitasnya, mulai dari 1,2 juta rupiah untuk kualitas nomor tiga dan bisa mencapai 18 juta rupiah untuk kualitas terbaik.

Namun ada juga kain cual yang berharga puluhan hingga ratusan ribu untuk setiap per meter. Jika kamu ingin membawa oleh-oleh kain cual kamu bisa sesuaikan dengan anggara Sobat Pesona.  Jadi, saat Sobat Pesona berlibur ke Pulau Bangka Belitung, jangan hanya ke pantainya saja, berkunjunglah juga ke pusat oleh-oleh kain tenun cual.


Foto: Jaka Thariq