Wisata Sejarah ke Benteng Rotterdam Peninggalan Raja Gowa

Kebanyakan bangunan yang bediri di Indoesia adalah “warisan” dari para penjajah. Namun, tidak dengan Benteng Rotterdam yang berada di Ujung Pandan, Makassar. Benteng Rotterdam atau Benteng Panyyau dibangun oleh Raja Gowa ke-9.

Kebanyakan bangunan yang bediri di Indoesia adalah “warisan” dari para penjajah. Namun, tidak dengan Benteng Rotterdam yang berada di Ujung Pandan, Makassar. Benteng Rotterdam atau Benteng Panyyau dibangun oleh Raja Gowa ke-9. Benteng bersejarah ini juga memiliki gaya arsitektur yang unik dan cocok dijadikan sebagai destinasi untuk wisata historis. Kesultanan Gowa dulunya memiliki 17 benteng yang mengitari ibukota kerajaan.

Dari banyaknya benteng yang ada di sana, Benteng Rotterdam adalah benteng paling mewah yang dimiliki oleh Kerajaan Gowa. Untuk mengunjungi benteng ini, Sobat Pesona dapat berangkat dari Bandara Sultan Hasanuddin dengan jarak tempuh sekitar 30 menit ke Makassar, sedangkan dari Pelabuhan Soekarno Hatta hanya berjarak sekitar 15 menit.

Berbicara mengenai struktur bangunan, Benteng Rotterdam memiliki dinding kokoh setinggi 5 meter dengan ketebalan sebesar 2 meter. Benteng ini memiliki taman hijau yang asri di tengah-tengah bangunan. Taman tersebut dikelilingi oleh bangunan berlantai dua. Pertama kali dibangun, benteng ini terbuat dari tanah liat, kemudian dilakukan renovasi pada masa pemerintahan Raja Gowa ke-14 . Saat itu, konstruksi dari benteng ini kemudian diganti menjadi batu padas yang bersumber dari Pegunungan Karst yang ada di daerah Maros.

Benteng ini pernah hancur ketika Belanda menyerang Kesultanan Gowa yang saat itu dipimpin oleh Sultan Hasanudin, sekitar 1655 hingga 1669. Kemudian, Jenderal  Belanda membangun kembali benteng tersebut dengan model arsitektur Belanda, yaitu segi empat dengan empat bastion dan tambahan satu bastion di sisi sebelah Barat.

Kini, benteng yang dahulunya merupakan tempat penyimpanan rempah itu telah berubah fungsi menjadi tempat wisata dan museum. Di dalam Benteng Rotterdam terdapat museum terkenal bernama Museum La Galigo. Museum La Galigo banyak menyimpan referensi mengenai sejarah kebesaran Makassar (Gowa-Tallo) dan daerah-daerah lainnya yang ada di Sulawesi Selatan. Benda bersejarah tersebut ditampilkan didalam etalase-etalase ataupun kaca besar untuk menjaga keaslian dari barang tersebut. Tidak hanya menyimpan benda bersejarah, museum ini juga menampilkan sejarah hidup masyarakat Sulawesi Selatan.

Di dalam museum ini juga terdapat miniatur Kapal Pinisi. Kapal tersebut memiliki makna atau filosofi bagi rakyat Sulawesi Selatan yang memang sejak dulunya adalah pelaut yang ulung. Selain museum, di salah satu sisi bangunan lain terdapat sebuah bangunan yang di depannya biasa dibangun sebagai panggung untuk pagelaran seni.


Foto: Jaka Thariq